Logo Header Antaranews Kepri

Diskominfo Kepri dan BP Batam jajaki kerjasama layanan pusat data

Rabu, 19 Agustus 2026 16:07 WIB
Image Print
Kepala Diskominfo Provinsi Kepri Hendri Kurniadi berbincang dengan Tim PDSI BP Batam terkait kerja sama layanan pusat data di Kantor Diskomifo Kepri, Pulau Dompak, Kota Tanjungpjnang, Selasa (18/8/2026). ANTARA/HO-Diskominfo Kepri

Tanjungpinang (ANTARA) - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan Badan Pengusahaan (BP) Batam melakukan kerja sama pemanfaatan layanan pusat data dan sistem informasi, guna mendukung kebutuhan penyimpanan serta pengelolaan data pemerintah daerah.

Kepala Diskominfo Kepri Hendri Kurniadi mengatakan kerja sama dimaksud meliputi sejumlah layanan, di antaranya cloud VPS, penyediaan server, serta pengembangan perangkat lunak.

"Diskominfo memang membutuhkan penyimpanan cloud agar data dapat terarsipkan dengan baik, namun kami berharap ada ruang negosiasi dengan BP Batam, termasuk kemungkinan tarif khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan pemerintah daerah," kata Hendri di Tanjungpinang, Rabu.

Hendri juga mendorong kerja sama yang dibangun tidak hanya sebatas penawaran server atau layanan cloud VPS kepada Pemprov Kepri.

Ia berharap BP Batam dapat mengambil peran sebagai mitra penyedia pusat data bagi Diskominfo Kabupaten/Kota se-Kepri.

Selain itu, Hendri turut menyarankan BP Batam menyusun skema tarif khusus yang dapat mengakomodasi kebutuhan pemerintah daerah di Kepri dengan mempertimbangkan kemampuan dan kapasitas masing-masing daerah.

"Kalau kebutuhan diskominfo kabupaten/kota dapat dikomunikasikan dan dihimpun bersama, tentu akan lebih mudah membuat skema tarif yang sesuai. Dari situ akan terbangun hubungan kerja sama yang lebih baik antara BP Batam dengan pemerintah daerah di Kepri," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Data dan Informasi pada Pusat Data dan Sistem Informasi (PDSI) BP Batam Nova Ridwanullah Faizal menyampaikan layanan pusat data BP Batam selama ini tidak hanya digunakan untuk kebutuhan internal, tetapi juga telah dimanfaatkan pihak eksternal.

Menurut dia, layanan yang tersedia mencakup penyediaan server, pusat data, serta pengembangan perangkat lunak. BP Batam juga tengah mendorong penguatan perannya untuk masuk dalam ekosistem Pusat Data Nasional (PDN).

"Pusat data BP Batam telah berdiri sejak 2008 dan mulai beroperasi pada 2011, bahkan telah memenuhi standar ISO. Saat ini, sekitar 70 persen pengguna layanan pusat data BP Batam berasal dari instansi pemerintah," ungkapnya.

Dia turut menjelaskan tarif layanan mengacu pada ketentuan yang berlaku, yakni Peraturan Kepala BP Batam Nomor 12 Tahun 2020.

Pihaknya menyambut baik masukan Diskominfo Kepri mengenai kemungkinan pengembangan kerja sama yang mencakup diskominfo kabupaten/kota se-Kepri.

"Ini akan menjadi bahan diskusi kami dengan pimpinan, terutama terkait peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas," katanya pula.



Pewarta :
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026