
BPS mencatat Ekonomi Kepri 2021 tumbuh 3,43 persen

Tanjungpinang (ANTARA) - BPS mencatat ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) selama 2021 tumbuh sebesar 3,43 persen setelah mengalami kontraksi 3,80 pada 2020.
Pertumbuhan tertinggi pada 2021 terjadi pada kategori jasa perusahaan sebesar 14,14 persen, kategori jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 12,30 persen, dan kategori informasi dan komunikasi sebesar 9,59 persen.
"Bila dilihat dari sumber pertumbuhan ekonomi di Kepri tahun 2021, industri pengolahan memberikan andil pertumbuhan tertinggi sebesar 2,63 persen, diikuti kategori konstruksi sebesar 0,86 persen, dan kategori informasi dan komunikasi sebesar 0,30 persen," kata Kepala BPS Kepri Darwis Sitorus di Tanjungpinang, Selasa.
Gambaran menguatnya tren pemulihan ekonomi Kepri juga dapat dilihat dari tingkat pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2021 dibanding triwulan III 2021 tumbuh sebesar 6,87 persen, dan tingkat pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2021 dibanding tahun triwulan IV 2020 sebesar 5,27 persen.
Dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini, katanya, Kepri berpotensi kembali ke jalur asal sebagai barometer capaian perekonomian daerah di atas nasional.
"Pertumbuhan ekonomi 2021 sebesar 3,43 persen, selisih tipis dengan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 3,69 persen," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan pertumbuhan ekonomi 2021 dapat dimaknai sebagai hasil pencapaian dari ikhtiar bersama dengan berbagai pemangku kepentingan terkait.
Dari sisi perencanaan, katanya, pertumbuhan ekonomi Kepri sebesar 3,43 persen pada tahun 2021 ini mampu menyentuh target capaian pertumbuhan ekonomi sebagaimana yang telah ditetapkan bersama-sama dengan DPRD Kepri melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yaitu pada kisaran 1,5 sampai 3,5 persen.
"Patut disadari bahwa kata kunci lain dari keberlanjutan pemulihan ekonomi adalah dengan tetap konsisten menjaga dan mematuhi displin protokol dalam pencegahan penyebaran pandemi COVID-19, termasuk salah satunya dengan mengikuti program vaksinasi yang telah disediakan oleh pemerintah," ujar Ansar.
Menurut Ansar momentum pemulihan ekonomi Kepri yang telah ditandai dengan kenaikan pertumbuhan di tahun 2021 perlu terus dijaga bersama-sama oleh pemerintah, dunia usaha, industri, kalangan profesi dan berbagai unsur masyarakat lainnya.
Hal tersebut, lanjutnya, sebagai strategi kolektif dalam merealisasikan target-target dalam agenda pemulihan ekonomi, seperti promosi dan pengembangan kawasan-kawasan unggulan baik dalam skema KEK maupun FTZ.
"Program-program strategis lainnya untuk menggerakkan perekonomian masyarakat juga terus dikembangkan pada berbagai sektor seperti produktivitas dalam kegiatan produksi pertanian dan perikanan, kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif, UMKM, dan tidak kalah pentingnya dengan peningkatan aksesibilitas teknologi informasi dan komunikasi,"ujarnya.
Pewarta : Ogen
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
