Logo Header Antaranews Kepri

Polisi olah TKP rumah dinas Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo

Rabu, 13 Juli 2022 14:59 WIB
Image Print
Suasana rumah Irjen Ferdy Sambo di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta, Rabu (13/07/2022). ANTARA/Luthfia Miranda Putri

Jakarta (ANTARA) - Polisi hingga saat ini masih mengolah tempat kejadian perkara (TKP) sejak Selasa malam (12/7) di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Komplek Dinas Polri Duren Tiga No.46, Jakarta Selatan. Garis kuning terlihat tak dipasang kembali setelah dilepas pada Selasa malam seusai olah TKP yang pertama kali.

Pada pukul 12.30 WIB, tampak sejumlah polisi masih memeriksa kamar yang menjadi tempat kejadian berdarah yang menewaskan Brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat.

Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri terlihat membawa satu koper dan petugas INAFIS (Indonesia Automatic Fingerprint System) berseragam putih membawa tiga koper dari rumah tersebut.

Satu per satu anggota kepolisian tampak kesana kemari menaruh barang ke dalam mobil.

Tampak beberapa pejabat kepolisian di lokasi seperti Karowassidik Polri Brigjen Pol Iwan Kurniawan, Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Hedi Susianto, Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Harun dan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Soplanit.

Hingga saat ini aparat kepolisian belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai beberapa koper yang dibawa ke dalam mobil.

Kondisi istri Kadiv Propam
Sementara itu, psikolog anak, remaja, dan keluarga Novita Tandry mengungkapkan kondisi terkini istri Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo setelah insiden pelecehan dan penodongan senjata membuat ibu empat anak itu depresi dan mengalami gangguan sulit tidur.

"Pada saat bertemu dengan Ibu (istri Kadiv Propam), keadaannya sangat shock terguncang pastinya, trauma, sulit tentunya dia bisa berkonsentrasi dan sejak kejadian sampai sekarang itu tidak bisa tidur pastinya," kata Novita saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Syok dialami oleh istri Kadiv Propam, kata dia, akibat rentetan peristiwa yang dialaminya, mulai dari pelecehan, penodongan senjata, hingga kejadian baku tembak antarajudan di rumahnya, termasuk beban psikologi dari ramainya pemberitaan atas kejadian tersebut.

"Karena melihat langsung keadaan, yang pasti pertama karena pelecehan, kemudian kedua karena melihat dan menjadi saksi langsung bagaimana terjadinya penembakan," ungkapnya.

Menurut dia, sejak kejadian hingga saat ini kondisi istri jenderal bintang dua itu masih tidak stabil, terguncang, dan stres dengan tingkat stres dari sedang sampai berat.

Polda Metro Jaya menunjuk Novita Tandry sebagai psikolog untuk mendampingi istri Irjen Pol. Ferdy Sambo yang dalam kejadian ini berstatus sebagai saksi korban yang mengalami pelecehan, penodongan, serta melihat peristiwa baku tembak.

Pemulihan kondisi psikologi istri Irjen Pol. Ferdy Sambo, menurut dia, perlu karena yang bersangkutan memiliki empat orang anak yang butuh perhatian.

Novita mengatakan bahwa konsentrasi dari pendampingan psikologis ini agar peristiwa tersebut tidak berdampak pada keluarga lainnya.

"Concern saya adalah bagaimana peran ibu ini sebagai istri dan juga seorang ibu, ada anak empat anak umur 21, 17, 15, dan 1,5 tahun. Ini membuat saya justru pendampingan tidak hanya pada ibu, tetapi juga pada anak-anaknya. Apalagi, anak-anak masih sekolah, kuliah, dan masih balita," terangnya.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Polisi terus olah TKP di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026