Logo Header Antaranews Kepri

Daya beli masyarakat di pasar tradisional Batam turun

Selasa, 13 September 2022 19:01 WIB
Image Print
Seorang warga Batam saat membeli telur di pasar tradisional (ANTARA/Jessica)

Batam (ANTARA) - Sejumlah pedagang di pasar tradisional di Batam Kepulauan Riau menyampaikan daya beli masyarakat mengalami penurunan pasca kenaikan harga BBM.

Seorang pedagang sembako di pasar Mega Legenda Batam, Yasin mengatakan daya beli masyarakat menurun meskipun sejumlah harga sembako sudah mulai menurun.

"Sejak kenaikan harga BBM daya beli masyarakat ada penurunan. Itu jelas pasti ada. Terasa juga bagi kita penjual sembako," kata Yasin di Batam, Selasa.

Saat ini Yasin menjual telur dengan harga Rp51 ribu per papan (isi 30 butir). Sebelumnya harga telur di tokonya Rp55 ribu per papan.

"Sekarang harga telur turun jadi Rp51 ribu per papan. Untuk sembako lain juga tidak ada kenaikan harga," ujar dia.

Untuk harga minyak goreng, Yasin mengatakan saat ini dengan harga Rp31 ribu per dua liter minyak kemasan.

Menurut Yasin, harga minyak goreng sudah mulai kembali normal seperti sebelumnya.

Sementara itu, seorang pedagang cabai di Batam, Sri Asminah mengatakan daya beli pelanggannya juga menurun.

Ia memperkirakan penurunan daya beli pelanggannya hingga 5 persen dari biasanya.

"Daya beli masyarakat turun, mereka juga belinya tidak banyak, sedikit saja," kata Sri.

Ia menjelaskan saat ini harga cabai sudah mengalami penurunan, sebagai contoh untuk harga cabai merah Rp80 ribu per kilogram, sebelumnya mencapai Rp110 ribu per kilogram.

Sri mengatakan kenaikan harga cabai sempat terjadi selama 2 hari usai pemerintah menetapkan harga BBM.

"Pas BBM naik, harga cabai juga ikut naik selama 2 hari," kata dia.

Dengan begitu ia mengharapkan agar harga kebutuhan bahan pokok masyarakat tidak mengalami kenaikan harga, agar daya beli masyarakat dapat meningkat kembali.

Seorang warga Batam, Sundari mengaku bahwa dirinya berbelanja dengan jumlah yang sedikit.

Hal tersebut akibat dampak dari kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu.

"Sekarang saya kalau belanja di pasar belinya sedikit-sedikit saja, karena BBM sudah naik pasti pengeluaran akan lebih banyak untuk beli BBM, apalagi untuk antar dan jemput anak sekolah," kata Sundari.



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026