Logo Header Antaranews Kepri

Daya Saing Batam Menurun

Rabu, 21 Juli 2010 14:26 WIB
Image Print
Ilustrasi: Industri rig migas di Batam. (Foto kepri.antaranes.com/Jo)

Batam (ANTARA News) - Daya saing Batam sebagai kota tujuan meeting, incentif, conference and exhibition menurun, kata Ketua Umum DPD Indonesia Congress and Convention Association Batam, Jadi Rajagukguk.

"Daya saing MICE Batam terus menurun, tidak ada lagi yang menjadi unggulan MICE di Batam," kata Rajagukguk di Batam, Rabu 21 Juli 2010.

Menurut Rajagukguk, daya saing MICE Batam terus menurun akibat kebijakan pemerintah dan kepastian hukum yang tidak menentu.

"FTZ tidak jelas, kebijakan tarif VoA (pajak masuk pada saat kedatangan) yang membingungkan menjadi pemicu penurunan MICE di Batam," kata dia.

Sebagai Kota MICE, Batam harus memiliki nilai jual yang dapat memikat para penyelenggara acara untuk mengadakan kegiatannya di Batam.

Nilai jual Batam, kata dia, antara lain berdekatan dengan Singapura dan wisata belanja yang menawarkan barang bermerk dengan harga murah. Namun, kebijakan pemerintah yang tidak pasti membuat daya saing Batam menurun.

"Sekarang, orang mau pergi ke Singapura, bisa dari mana saja, karena kebijakan bebas fiskal. Orang jadi enggan melakukan pertemuan di Batam," kata dia.

Harga-harga barang bermerk pun tidak murah, paskapenetapan Kawasan Perdagangan Bebas Batam, sehingga daya saing Batam melemah, kata dia menambahkan.

Jika pemerintah menginginkan Batam menjadi MICE, kata dia, maka harus didukung kebijakan yang pro-MICE.

Peringkat Batam sebagai kota tujuan MICE kian menurun, kata dia. Jika pada 2008 menempati urutan ke tiga, maka sekarang ke lima di Indonesia. (S006/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026