
Lembaga Adat Melayu Kecam Persaingan Tidak Sehat

Karimun (ANTARA News) - Lembaga Adat Melayu Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau mengecam praktik politik yang menghujat bakal calon bupati pesaing untuk dalam Pemilihan Kepala Daerah 5 Januari 2011.
"Kami mengecam praktik politik tidak sehat yang pada belakangan ini muncul di media massa," kata Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Karimun Abdul Hamid saat memberikan keterangan pers di Wisma Karimun Tanjung Balai Karimun, Rabu 28 Juli 2010.
"Makin hari hujatan makin dalam dan rawan terjadi benturan di tengah masyarakat. Hal itu dapat berpengaruh pada iklim investasi. Investor akantakut menginvestasikan modal di sini," katanya.
Ia mengimbau setiap peserta pilkada maupun kelompok-kelompok politik bersaing secara sehat dengan memaparkan visi dan misinya kepada masyarakat.
"Siapapun boleh maju dalam pilkada, tetapi hujatan-hujatan itu sebaiknya dihilangkan karena bertentangan dengan adat istiadat Melayu," katanya.
Dia menuturkan, LAM bersikap netral dalam pesta demokrasi itu, namun tidak akan tinggal diam jika ada upaya pihak tertentu untuk merusak jalinan silaturrahmi di kalangan masyarakat yang heterogen.
"Penduduk asli maupun pendatang merupakan satu keluarga. LAM berkewajiban menaunginya dengan payung adat yang bersendikan agama,'' tuturnya.
Pengurus LAM Abdullah Ibrahim mengharapkan setiap kandidat tidak mencari kesalahan kandidat lain. Hal itu menurut dia dapat mematikan karir pihak yang merasa dirugikan.
"Kami tidak akan tinggal diam jika ada pihak-pihak yang berupaya merusak rasa kekeluargaan warga," katanya.
Di tempat yang sama, keturunan Keluarga Besar 5 Tok Nyang (KB5TN) Abu Samah H Arab meminta setiap kelompok tidak melakukan praktik politik kotor.
"Silakan maju dalam Pilkada. Tapi majulah dengan santun dan menjaga keharmonisan antarwarga," ucap Sekretaris Rumpun Melayu Bersatu Karimun itu.
LAM menggelar jumpa pers bersama wartawan cetak, elektronik dan portal terkait pemberitaan di media massa lokal yang dinilai memanaskan suhu politik jelang Pilkada.
Hadir dalam jumpa pers itu, sejumlah pengurus LAM, RMB, KB5TN dan tokoh adat dan tokoh masyarakat. (Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
