Logo Header Antaranews Kepri

Juli Batam Inflasi 0,89 Persen

Senin, 2 Agustus 2010 18:44 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA News) - Inflasi di Kota Batam pada Juli 2010 sebesar 0,89 persen, kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau, Mangaputua Gultom.

"Kenaikan indeks harga konsumen dari 116,27 pada Juni 2010 menjadi 117,30 pada Juli 2010 menyebabkan Batam mengalami inflasi sebesar 0,89 persen," ujar Gultom di Tanjungpinang, ibu kota Kepulauan Riau (Kepri), Senin 2 Agustus 2010.

Batam mengalami inflasi sejak awal tahun 2010 sampai sekarang. Inflasi di Batam disebabkan perubahan harga pada 68 komoditas.

Sebanyak 50 komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain cabai merah, jasa perpanjangan STNK, daging ayam ras, beras, bawang putih, telur ayam ras, bawang merah, kacang panjang, cabai hijau, jeruk, biaya sekolah dasar, gula pasir, biaya masuk sekolah menengah pertama, dan buku tulis bergaris.

Sebaliknya, sebanyak 18 komoditi lainnya mengalami penurunan harga antara lain, sawi hijau, bayam, emas perhiasan, kangkung, ketimun, tomat buah, udang basah, ikan selar, sotong, terong panjang, dan buncis.

Berdasarkan harga kelompok komoditas, inflasi di Batam disebabkan kenaikan pada kelompok bahan makanan sebesar 2,44 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,11 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,06 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,34 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 1,30 persen, serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,14 persen.

"Sedangkan kelompok sandang justru mengalami penurunan indeks harga sebesar 0,03 persen," ungkapnya.

Sedangkan laju inflasi tahun kalender (Januari-Juli) 2010 di Batam sebesar 4,33 persen, jauh lebih tinggi dibanding laju inflasi periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 0,36 persen.

Laju inflasi year on year' (Juli 2010 dibanding dengan Juli 2009) di Kota Batam sebesar 5,91 persen, juga lebih tinggi dibandingkan laju inflasi periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya mencapai 1,54 persen.

"Dari 16 kota indeks harga konsumen di Sumatra, tercatat semua kota mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Bengkulu sebesar 3,03 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Tanjungpinang sebesar 0,12 persen," ungkapnya. (NP/B012Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026