
Pelaku "Bom" di Batam Sesali Perbuatan

Batam (ANTARA News) - Tersangka pelaku ancaman "bom" di Mal Diamond City, Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Zulfren Gultom (20), menyesali perbuatannya yang menyebabkan ketakutan pengunjung.
"Saya sangat menyesal," ujarnya sambil menundukkan kepala di ruangan bagian Bina Mitra Kepolisian Resor Kota Barelang, Jumat 6 Agustus 2010.
Sambil menangis, tersangka mengatakan, sengaja merakit rangkaian mirip bom dengan menggunakan aki bekas sepeda motor, kabel dari charger telepon genggam, layar telepon genggam dan beberapa paku.
Dia menyatakan hanya butuh waktu satu jam mengerjakannya di rumah..
Laki-laki yang baru satu tahun tamat SMA itu mengaku cuma iseng karena tidak punya pekerjaan dan ingin kuliah
Rangkaian mirip bom itu, katanya, tidak akan bisa meledak dan hanya digunakan untuk mengancam pengelola Diamond City guna mendapatkan uang.
Zulfren menyanggah pernah menyebutkan nominal uang yang diminta kepada pengelola Diamond City Mall meski keterangan aparat kepolisian menyebut dia selain mengancam akan meledakkan bom juga memeras uang sebesar Rp100 juta.
Ia bungsu dari tujuh bersaudara dan bercita-cita menjadi tentara, tetapi kandas karena keluarganya tidak memiliki uang.
Gagal menjadi tentara, Zulfren ingin kuliah di Pekanbaru, Provinsi Riau.
"Rencananya kalau aksi (pemerasan) saya berhasil, uangnya akan saya gunakan untuk kuliah," ujarnya sambil terisak.
Zulfren mengaku tidak pernah terpikir bahwa ulahnya yang menghebohkan masyarakat Batam itu akan berujung ke jeruji besi polisi.
Sebelumnya, Kamis (5/8) sekitar pukul 12.00 WIB, jajaran Polresta Batam Rempang Galang (Barelang), menangkap Zulfren yang mengancam akan meledakkan bom di Mal Diamond City, Batam. (SW/A041/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
