Logo Header Antaranews Kepri

Lokasi Ledakan Tabung Gas Dikerumuni Warga Karimun

Minggu, 8 Agustus 2010 01:41 WIB
Image Print
Lokasi insiden ledakan tabung penjual balon gas di Karimun, ( Foto kepri.antaranews.com/Rusdianto)

Karimun (ANTARA News) - Lokasi ledakan tabung gas penjual balon Yarni S (39) di Taman Bunga, Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, hingga Sabtu 7 Agustus 2010 tengah malam dikerumuni warga.

Sejumlah penduduk berkerumun terutama ke pinggir garis polisi pembatasi lokasi ledakan seluas sekitar enam meter persegi.

Warga umumnya datang sambil menanyakan jumlah dan identitas korban serta kronologis kejadian yang menggemparkan itu.

''Kami ke sini untuk memastikan keluarga tidak ada yang jadi korban,'' kata Mala, warga yang sengaja datang ke tempat kejadian peristiwa.

Hal yang sama diungkapkan Arifin yang mengaku mendengar bunyi ledakang tersebut di Jalan Nusantara, 100 meter dari lokasi ledakan.

''Kami mendengar suara dentuman. Awalnya kami menyangka bunyi ledakan bom atau sejenisnya,'' katanya.

Andi, dokter Puskesmas Tanjung Balai Karimun yang berjarak sekitar 50 meter mengaku mendengar bunyi seperti dentuman meriam.

''Kami kaget saat ada suara seperti dentuman meriam,'' kata Andi yang kemudian kedatangan sedikitnya delapan pasien insiden tersebut.

Ledakan tabung gas itu terjadi saat pentas musik band ''Gebyaraya'' yang disponsori Sampoerna A Mild sekitar pukul 20.45 WIB.

Pentas ''Gebyaraya'' itu berakhir sekitar pukul 23.00 WIB.

Ratusan warga yang menonton panggung seni itu dikagetkan dengan suara ledakan, tepatnya di depan kantor PT Pelindo I atau di samping Hotel Taman Bunga.

Warga yang semula buyar kembali berkumpul kembali di depan panggung setelah para korban ledakan dievakuasi ke rumah sakit.

Sebagian ada yang pulang, sebagian lagi mendatangi RSUD Karimun di Jalan Soekarno-Hatta untuk melihat korban yang menjalani perawatan.

Nia, salah seorang pengunjung pentas seni itu menyatakan sangat terkejut.

''Posisi saya berdiri dengan lokasi ledakan hanya sekitar 10 meter. Bunyi keras sekali, telinga saya sampai budek mendengarnya,'' katanya.

Dia mengaku melihat percikan api menyambar di depan kantor PT Pelindo.

''Suasana berubah sepi setelah ledakan. Beberapa orang bergelimpangan di jalan,'' tuturnya.

Tak lama, menurut dia sejumlah warga, polisi dan petugas medis Puskesmas langsung tiba di lokasi memberikan pertolongan.

Alfian, petugas ambulans puskesmas mengaku sedang berada di depan Kantor Karantina Pelabuhan, 10 meter dari lokasi ledakan.

''Saat itu saya sedang menunggu pasien kecelakaan lalu lantas dari Tanjung Batu, Kundur. Setelah mengantarkan pasien itu ke rumah sakit, kami kembali lagi ke lokasi,'' ucapnya.

Dia mengaku lima kali mengangkut korban ledakan tabung gas karbit itu ke RSUD Karimun.

''Khusus Nadia, kami mendapatkannya tidak sadarkan diri. Tak tahunya dia meninggal setelah tiba di rumah sakit,'' ucapnya,

Sementara itu, informasi dihimpun di sekitar lokasi ledakan, tabung gas yang digunakan Yarni merupakan pinjaman dari rekannya yang bepergian ke luar daerah.

''Dia meminjam dari temannya yang memang penjual balon gas,'' kata seorang warga yang menolak disebut nama. (ANT028/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026