
Pertamina Diminta Tarik Tabung Elpiji Karatan

Karimun, (ANTARA News) - Perseroan Terbatas (PT) Pertamina diminta menarik tabung elpiji ukuran 12 kilogram yang beredar di Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau karena sebagian besar sudah berkarat.
''Kami meminta Pertamina menarik tabung-tabung ''liquid petroleum gas'' atau elpiji 12 kilogram di Karimun. Pandangan kasar kami, tabung-tabung itu sudah tidak layak lagi digunakan, kondisinya sudah karatan yang dikhawatirkan bocor,'' kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Karimun Ismansyah, di Tanjung Balai Karimun, Rabu 11 Agustus 2010.
Dia mengatakan, secara pribadi pun enggan menggunakan tabung elpiji karatan karena dikhawatirkan membahayakan keselamatan.
''Apalagi masyarakat umum tidak yang belakangan ini banyak mendengar peristiwa ledakan tabung gas, meski bukan tabung ukuran tiga kilogram,'' katanya.
Menurut dia, saat melakukan inspeksi di salah satu agen elpiji di Pelipit Tanjung Balai Karimun dua pekan lalu, hampir seluruh tabung sudah diselimuti karat.
Dia khawatir, kondisi tabung seperti itu menjadi ''bom waktu'' yang sewaktu-waktu dapat meledak.
''Kami sudah menginstruksikan agen agar menyurati Pertamina terkait keberadaan tabung-tabung itu,'' tuturnya.
Dia mengungkapkan, pihak agen saat ditanyakan menyatakan penggantian tabung gas itu sepenuhnya kewenangan Pertamina.
''Kami berkewajiban mengawasi untuk mencegah musibah bagi pemakainya,'' katanya.
Secara teknis, pihaknya memang tidak mengetahui apakah tabung yang sudah karatan itu masih layak atau tidak untuk digunakan.
''Namun, tidak ada salahnya jika tabung itu diganti atau dievaluasi kembali penggunaannya,'' katanya.
Pertamina juga, lanjut dia, harus menyosialisasikan cara penggunaan tabung elpiji sehingga dapat mencegah musibah seperti banyak diberitakan di media massa.
Di Tanjung Balai Karimun terdapat dua agen Elpiji, satu merupakan distributor yang terletak di Jalan Pramuka.
Sebagian besar tabung yang tersedia sudah berkarat dan masih digunakan untuk pengisian ulang bagi kebutuhan konsumen. (Rdn/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
