
Ormas Laporkan Bupati Natuna Kepada Polisi

Tanjungpinang (ANTARA News) - Gabungan beberapa organisasi kemasyarakatan yang mengatasnamakan Tim 10 Natuna Bangkit, melaporkan Bupati Natuna, Kepulauan Riau, Raja Amirullah kepada Kepolisian Resor Natuna karena melontarkan kata-kata yang menyinggung perasaan masyarakat.
"Kami telah beberapa kali meminta klarifikasi dari Bupati mengenai ucapan itu, tetapi tidak ditanggapi. Sekarang kami mengambil tindakan hukum dengan melaporkannya kepada polisi," kata Koordinator Lapangan Tim 10 Natuna Bangkit, Yanto, saat dihubungi dari Tanjungpinang, Senin.
Dia mengatakan, Bupati Natuna, Raja Amirullah, telah menyinggung dan melukai hati masyarakat Kabupaten Natuna dengan mengeluarkan kata-kata "sumber daya manusia (SDM) Natuna ibarat ubi" pada minggu ketiga Juli 2010.
"Waktu itu diucapkan Bupati di ruang kerjanya saat pertemuan dengan ormas dan wartawan," kata Yanto yang mengatakan bersama 11 orang rekannya melaporkan tindakan tidak menyenangkan yang dilakukan Bupati.
Sedangkan Raja Amirullah ketika dikonfirmasi kepri.antaranews.com dari Batam mengatakan ucapannya telah diambil sepotong-potong sehingga dipermasalahkan, padahal kata ubi hanya ibarat bahwa pejabat eselon II yang sekarang pun dapat diolah atau dididik melalui proses peningkatan nilai tambah.
"Konteks pada waktu itu", katanya, "saya menjawab pertanyaan mengapa tidak mengganti para pejabat eselon II."
Ia mengakui mengibaratkan pejabat eselon II sekarang adalah ubi, tetapi bila dipahami konteksnya secara keseluruhan, sama sekali tidak bermakna jelek atau merendahkan orang.
Ubi sebagai bahan dasar, katanya, bila diolah dan dikemas dengan tepat tetap dapat meningkat nilainya.
Sama dengan pejabat eselon II, kata Raja, bila diolah melalui proses pendidikan, pembinaan dan peningkatan kemampuan, maka dapat dikembangkan nilai atau kinerjanya.
Ibarat ubi sebagai bahan, katanya, proses nilai tambah dapat dilakukan dengan mengolah menjadi etanol, atau menjadi keripik.
"Apa ubi itu jelek? Bagi saya tidak, sebab kalau diolah menjadi keripik dan dikemas bagus, nilai tambahnya meningkat bahkan sebagai benda ekonimi akan laku dijual di hotel bintan lima."
Bupati menyatakan pengibaratan itu tidak bermaksud merendahkan SDM Natuna melainkan sebagai analogi bahwa yang kini mengisi jabatan eselon II perlu dikembangkan melalui peningkatan untuk mendukung peningkatan kinerja.
Tiga kali
Yanto dari Tim 10 Natuna Bangkit mengatakan sudah menggelar tiga kali unjuk rasa dari 29 Juli sampai 9 Agustus 2010 untuk meminta Bupati Natuna mengklarifikasi maksud dan tujuannya melontarkan kata-kata yang menurut dia sangat menyakitkan.
"Kata-katanya membuat masyarakat Natuna tersinggung. Kami sekolah dari SD sampai SMA, DI, DII sampai perguruan tinggi dengan susah payah untuk meningkatkan SDM, namun Bupati dengan seenaknya mengatakan SDM Natuna ibarat ubi," kata Yanto.
Sementara itu, Kapolres Natuna AKBP Dwi Sulistiono mengatakan belum mengetahui secara rinci apa permasalahan yang dilaporkan oleh ormas yang mengatasnamakan Tim 10 Natuna Bangkit.
"Saya juga belum mendapatkan laporan secara resmi dari bagian Reskrim Polres Natuna, sehingga saya belum bisa memberikan keterangan," ujarnya. (HM/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
