
Perubahan APBD Karimun 2010 Defisit Rp261,8 Miliar

Karimun (ANTARA news) - Bupati Karimun, Nurdin Basirun, mengatakan, dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2010 terjadi defisit sebesar Rp261,8 miliar.
"Defisit tersebut akan ditutupi dengan menggunakan pembiayaan penerimaan dan biaya pengeluaran," ucapnya dalam Rapat Paripurna DPRD Karimun tentang Penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Karimun Tahun Anggaran 2010 di Gedung DPRD Karimun, Kamis.
Nurdin memaparkan target pendapatan asli daerah (PAD) semula sebesar Rp236,9 miliar, realisasinya turun menjadi Rp186,6 miliar. Atau, terjadi penurunan sebesar Rp50,2 miliar (21,23 persen).
Dijelaskan, penurunan pendapatan signifikan terjadi pada pajak daerah sebesar Rp53,7 miliar, atau sekitar 27,80 persen dari sektor pajak daerah.
Begitu pula, pajak dari galian C turun sekitar 29,30 persen atau sebesar Rp54,5 miliar. Bahkan, kata dia, retribusi daerah secara keseluruhan pun mengalami penurunan sebesar Rp992,4 juta (5,30 persen).
Dia mengakui memang ada peningkatan dari pos retribusi jasa umum. Akan tetapi, di sisi lain terjadi penurunan yang signifikan.
Semula pihaknya memperkirakan pos pendapatan TA 2010 sebesar Rp442,3 miliar, kini menjadi Rp568 miliar.
Hal ini menunjukkan terjadi peningkatan sebesar Rp125,7 miliar atau naik sebesar 28,42 persen.
Pada pos pembiayaan penerimaan, kata dia, juga meningkat Rp27,3 miliar, atau naik sebesar 11,27 persen dari target sebesar Rp269,9 miliar.
Bupati memaparkan faktor lain yang menyebabkan defisit, antara lain terdapat penambahan anggaran untuk urusan wajib sebesar Rp145,1 miliar atau naik sebesar 22,39 persen.
Penambahan itu alokasi untuk urusan wajib otonomi daerah sebesar Rp63,8 miliar, pendidikan sebesar Rp23,5 miliar, pekerjaan umum Rp20,5 miliar, perhubungan Rp7,7 miliar, dan kesehatan Rp6,9 miliar.
Demi efisiensi urusan pilihan mengalami pengurangan sebesar Rp314,1 juta atau turun sebesar 0,86 persen.
"Urusan pilihan pariwisata naik sebesar Rp1,9 miliar, industri naik sebesar Rp1 miliar, dan urusan energi dan sumber daya mineral turun sebesar Rp3 miliar," ujarnya.
Akibatnya total belanja Perubahan APBD Karimun TA 2010 mengalami kenaikan sekitar 21,15 persen dari APBD murni sebesar Rp684,9 miliar, atau menjadi sebesar Rp829,8 miliar.
Perinciannya, alokasi dana untuk belanja tidak langsung (pemerintah) menjadi sebesar Rp403,6 miliar, sebelumnya Rp344,1 miliar dan belanja langsung (publik) awalnya sebesar Rp340,7 miliar naik menjadi Rp426,1 miliar.
Selanjutnya, diperoleh proyeksi pendapatan yang berasal dari pengelolaan dari kekayaan daerah sebesar Rp3,7 miliar, proyeksi lainya mengalami peningkatan sebesar Rp750 juta.
Sumber pendapatan kedua berasal dari struktur APBD murni 2010. Semula ditargetkan sebesar Rp184,6 miliar, naik menjadi Rp350,7 miliar atau naik 89,98 persen, katanya menjelaskan.
Pada pos bagi hasil pajak dan bagi hasil bukan pajak dalam APBD murni, menurut dia, targetnya sebesar Rp104,8 miliar, naik menjadi Rp270,9 miliar atau naik sekitar 158,46 persen.
Begitu pula, pos pendapatan bagi hasil pajak naik sebesar Rp14,6 miliar atau sekitar 39,76 persen, sedangkan pada pos bagi hasil bukan pajak semula ditargetkan Rp68 miliar, naik menjadi Rp219,4 miliar. "Kenaikan terjadi sekitar 222,79 persen," tuturnya.
Sumber pendapatan yang berasal dari lain-lain pendapatan daerah yang sah juga mengalami kenaikan sebesar Rp9,8 miliar atau sekitar 47,47 persen.
"Semula ditargetkan Rp20,7 miliar, naik menjadi Rp30,5 miliar," ujarnya. (HAM/D007/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
