Gubernur Jabar Ridwan Kamil kirim ASN ke Jepang belajar mitigasi bencana
Jumat, 25 November 2022 09:56 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menghadiri General Session Kongres Pemda Se-Asia Timur ke-11 dilanjutkan penandatanganan MoU Pemdaprov Jabar dan Shizuoka Prefecture di Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, KamisĀ (24/11/2022) malam. (ANTARA/HO-Humas Pemda Jawa Barat)
Bandung (ANTARA) -
Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil akan mengirimkan Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemprov Jabar ke Prefektur Shizuoka, Jepang untuk belajar mitigasi bencana gempa bumi, guna meningkatkan ilmu dan pengetahuan dalam membuat rumah tahan gempa di masa depan.
"Rumah tahan gempa salah satu yang nanti kita kerja samakan dengan Prefektur Shizuoka," kata Ridwan Kamil dalam keterangan tertulisnya, Jumat.
Gubernur Ridwan Kamil menyebut, rumah tahan gempa akan hadir di Jawa Barat berdasarkan hasil rekomendasi Presiden Jokowi ketika memberikan bantuan kepada warga yang terdampak bencana di Kabupaten Cianjur.
Rumah tahan gempa tersebut akan dibangun di lokasi yang baru dan di rumah yang memang sudah dibangun.
Nantinya akan ada penguatan-penguatan secara khusus, maka dari itu dirinya akan mengirimkan ASN Jabar ke Jepang untuk belajar ilmu tersebut.
Sementara itu Wakll Gubernur Prefektur Shizuoka Jepang Tsutomu Ideno menjelaskan, wilayahnya memang sama seperti Indonesia sering mengalami gempa bumi. Bahkan, selama 50 tahun telah melakukan berbagai kebijakan untuk penanganan gempa bumi yang baik.
Tsutomu juga menyambut baik apabila ada ASN Jabar yang datang langsung ke negeri Samurai Biru untuk berbagi ilmu tentang mitigasi bencana gempa bumi.
Sementara itu sebanyak 31 warga Kampung Cugenang, Desa Cijedil, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang dilaporkan hilang setelah gempa berkekuatan magnitudo 5,6 pada Senin (21/11) diduga masih tertimbun material longsor.
Hingga Kamis (24/11) pukul 17.00 WIB ketika Badan SAR Nasional (Basarnas) meniup peluit tanda operasi SAR dihentikan sementara, belum satupun warga yang hilang itu ditemukan.
Proses pencarian terhambat oleh hujan, sementara material longsor masih mengalami pergerakan terlebih setelah terjadi gempa susulan berkekuatan magnitudo 3,8 pada Rabu (23/11).
“Pencarian 31 orang dilanjutkan besok lagi,” kata Andri, seorang anggota tim Basarnas yang ditemui di lokasi.
Pencarian itu juga melibatkan tim SAR dari Brimob, Polda Bandung, Baharkam Polri, TNI dan relawan.
Resimen II Pasukan Pelopor Brimob Polri mengerahkan 30 personel untuk mencari korban yang diduga tertimbun material longsor dan reruntuhan rumah.
Tim gabungan juga mengerahkan anjing pelacak dari K-9 Polri, SAR Dog Indonesia, dan TNI untuk mencari di sejumlah titik yang diduga terdapat jenazah.
Selain terhalang cuaca, pencarian juga terkendala oleh minimnya peralatan. Dari pukul 08.00 hingga 12.15 WIB, tim penyelamat bekerja dengan hanya menggunakan cangkul, sekop, dan linggis.
Setelah pagar tembok SDN Cugenang dibongkar, dua unit beko milik Kementerian PUPR berhasil masuk ke lokasi longsor untuk dipakai dalam pencarian.
Hingga kini, jumlah korban meninggal akibat gempa tersebut mencapai 272 orang, menurut Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB).
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gubernur Jabar kirim ASN ke Jepangbelajar mitigasi bencana
Pewarta : Ajat Sudrajat
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026