Logo Header Antaranews Kepri

Kain Batik Pegawai Karimun Baru Lima Persen

Rabu, 10 November 2010 20:03 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA News) - Program penyediaan kain batik bercorak khas untuk seragam pegawai negeri Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau, baru selesai lima persen.

''Kelompok usaha pemuda yang mengerjakan batik untuk seragam pegawai masih kekurangan tenaga. Dari 12.000 meter yang dibutuhkan, baru terselesaikan 600 meter,'' kata Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga (Kanpora) Karimun Istanto di Tanjung Balai Karimun, Rabu.

Istanto mengatakan, kelompok usaha pemuda di Kecamatan Tebing ditugasi menyiapkan seragam batik pegawai dengan motif yang dihasilkan dalam pelatihan membatik di Hotel Erison Tanjung Balai Karimun, Oktober 2009.

Saat ini, kata dia, jumlah tenaga pebatik dalam kelompok tersebut tidak sampai 20 orang sehingga panjang kain batik yang dibutuhkan tidak terselesaikan dengan cepat.

''Setidaknya membutuhkan 500 pembatik untuk menyelesaikan pesanan,'' ucapnya.

Dia menjelaskan, 12.000 meter kain batik yang dibutuhkan terdiri dari beberapa motif khas Karimun sebagai daerah maritim, yaitu motif ikan-ikanan atau kerang dengan kombinas merah, kuning atau hijau yang merupakan warna khas Melayu.

''Ke depan, seluruh pegawai di lingkungan pemerintah daerah akan memakai batik dengan motif tersebut,'' katanya.

Untuk itu, dia mengharapkan kelompok usaha yang ditunjuk menurunkan ilmu membatik kepada para pemuda yang belum memiliki pekerjaan tetap.

''Pemuda juga harus berkemauan menekuni usaha batik karena prospeknya menjanjikan,'' ujarnya.

Meski demikian, target 12.000 meter diharapkan tercapai pada tahun 2011 sehingga seluruh pegawai sudah mengenakan seragamm batik bercorak khas Karimun.

''Kami akan menggalakkan keterampilan membatik kepada pemuda,'' ungkapnya.

Dia mengatakan, pangsa pasar industri batik nantinya tidak hanya di lingkungan pegawai, tetapi bagi masyarakat mengingat batik merupakan pakaian khas Indonesia yang sudah diakui dunia.

''Bukan tidak mungkin batik motif Karimun dapat dipasarkan ke Singapura dan Malaysia,'' katanya. (ANT-028/A013/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026