
Warga Karimun Resah ''Game Online'' Picu Anak Curi

Karimun, (ANTARA News) - Sejumlah warga Pulau Karimun Besar, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau mengaku resah terhadap ''game online'' di warung-warung internet yang menyebabkan anak-anak nekad mencuri.
''Kami resah karena jasa permainan atau ''game online'' menjadi pemicu anak-anak mencuri," kata Ayusman, warga Kecamatan Meral, di Tanjung Balai Karimun, Minggu 14 November 2010.
Datuk Panglima Bungsu DPC Laskar Melayu Bersatu Meral itu menuturkan, seorang pelajar SMP, anak tetangganya nekad mencuri uang ibunya hanya untuk modal bermain ''game online''
''Ibunya sampai menangis gara-gara ulah anaknya yang kerap mencuri uang yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,'' katanya.
Menurut dia, maraknya pengguna warnet anak-anak sudah tidak mendidik. Selain mengajar anak mencuri, juga mengganggu kegiatan belajar anak.
''Mereka sampai seharian di warnet yang jelas mengganggu kegiatan belajar di rumah,'' ucapnya.
Ade Suryadi, warga Kelurahan Sei Lakam mengatakan, ''game online'' juga menjadikan anak meminta-minta.
''Uang yang didapat kemudian dihabiskan di warnet, setelah itu kembali meminta-minta,'' ucapnya.
Menurut dia, pengelola warnet tidak seharusnya mengizinkan anak-anak bermain internet di luar batas kewajaran.
''Kalau sudah sampai lima jam jelas sudah tidak wajar. Apalagi banyak yang berseragam sekolah,'' katanya.
Dia mengatakan, internet memang bermanfaat jika digunakan untuk keperluan belajar. Namun, jika hanya sekedar ''game online'' jelas sudah tidak mendidik dan justru merusak generasi muda.
''Anak-anak menjadi malas belajar. Mereka kadang langsung ke warnet setelah pulang sekolah, kalau libur mereka memilih seharian di sana,'' ucapnya.
Masri Aidi, warga Telaga Mas meminta aparat terkait menertibkan warnet-warnet yang membolehkan anak-anak bermain internet.
''Kalau dibolehkan harus ada batasnya. Jangan hanya mencari untung tapi melupakan fungsi internet sebagai sarana edukasi dan menimba ilmu,'' katanya.
Datuk Panglima Muda DPD LMB Karimun Azman Zainal mengimbau orang tua dan sekolah agar mengawasi pelajar agar tidak menghabiskan waktunya mengerjakan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi masa depan.
''Kami juga meminta aparat terkait menindaktegas warnet yang membolehan anak-anak bermain ''game'' di luar batas kewajaran,'' katanya. (ANT-028/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
