
Ribuan Warga Padati Pesta Sate 200 Meter

Batam (ANTARA News) - Sekitar dari 2.000 warga Batam memadati pesta sate sepanjang 200 meter dalam "Semarak Kurban" di Batam, Kepulauan Riau, Rabu.
Meskipun hujan mengguyur dan membuat arena pemanggangan becek, namun tidak menyurutkan antusias warga untuk berbondong dalam rangkaian Semarak Kurban 2010.
Warga berdesak-desakan untuk mengambil sate yang siap dipanggang untuk memanggangnya sendiri.
Seharusnya, panggang sate sepanjang 200 meter atau 20 ribu tusuk itu di luar panggung yang menampilkan tausiah dan berbagai hiburan. Namun, karena hujan mengguyur maka sebagian alat pemanggang dipindahkan ke arena pengunjung, di depan panggung yang dilindungi tenda.
Meskipun bertenda, namun, karena acara diselenggarakan di lapangan sepak bola, lantai rumput menjadi becek.
"Tidak apa becek, namanya juga pesta, ini risikonya," kata warga Sekupang, Intan.
Ia mengatakan sengaja datang ke Lapangan Sepak Bola Tanjung Riau untuk menikmati pesta sate.
"Saya sengaja datang ke sini untuk makan sate dan melihat tausiah Ustad Koko Liem," ucap Intan.
Hal senada dikatakan warga Tiban, Nuraini yang menyatakan menanti pesta sate.
"Sebenarnya pesta sate di Hari Idul Adha sudah lumrah, namun, karena yang mengadakan Pemkot Batam, dan katanya sate terpanjang, maka saya ingin lihat," ujar dia.
Di tempat yang sama, Kepala Bidang Sarana dan Objek Wisata Dinas Pariwisata Kota Batam Rudi Panjaitan mengatakan, sebanyak dua sapi dan 14 kambing kurban sumbangan Wali Kota Ahmad Dahlan, warga Singapura, pengusaha Batam dan warga sekitar dipanggang warga dalam pesta sate.
Sebelum pesta sate dimulai, Ustad Koko Liem asal Jakarta memberikan ceramah.
Kepada warga Batam, Ustad Liem mengingatkan pentingnya berkata jujur dan berbuat baik untuk sesama.(Y011/C004/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
