
123 WNI yang berhasil dievakuasi dari wilayah gempa Turki tiba di Ankara

“Alhamdulillah sudah semua tiba di penampungan KBRI Ankara yang berlokasi di Wisma Duta RI,” kata KBRI Ankara dalam keterangannya, Kamis.
Menurut pihak KBRI, para WNI telah tiba sejak kemarin pagi pukul 10.00 waktu setempat hingga pukul 22.00 tadi malam.
Adapun korban luka yang tidak dapat ditangani di rumah sakit wilayah gempa, telah mendapat pemeriksaan oleh dokter.
“KBRI tadi malam telah memeriksakan enam orang WNI kondisi sakit dalam evakuasi KBRI Ankara,” kata pihak KBRI.
Dari enam orang, lanjut keterangan itu, tiga orang yang kakinya di gips, telah dirontgen dan tidak ada cedera serius.
Lalu satu orang yang mengalami cedera pada bagian anus yang disebabkan oleh cuaca dingin juga sudah diperiksa dan hanya perlu perawatan dengan salep.
Sementara dua lainnya sudah dalam keadaan sehat.
Untuk pemutakhiran kabar terbaru mengenai WNI yang masih belum dapat dihubungi, pihak KBRI belum dapat memberikan jawaban.
Sebelumnya, Tim KBRI Ankara yang dipimpin langsung oleh Duta Besar RI untuk Turki Lalu M. Iqbal berhasil melakukan evakuasi terhadap 123 WNI di sejumlah wilayah terdampak gempa di Turki.
"Alhamdulillah, sesuai perintah Presiden melalui Menlu RI, tim KBRI sudah tiba di lokasi gempa untuk menyerahkan bantuan kemanusiaan dan mengevakuasi WNI yang terdampak (gempa) ke Ankara," kata Dubes Iqbal.
Dia meminta para WNI yang dievakuasi untuk memberi kabar kepada keluarga di Indonesia agar mereka tenang.
Sementara itu, bantuan kemanusiaan tahap pertama dari Indonesia untuk korban bencana gempa bumi di Turki tiba di Kota Gaziantep, KBRI di Ankara.
“Presiden RI melalui Menteri Luar Negeri telah meminta agar sebagai negara sahabat dekat Pemerintah Indonesia segera mengirimkan bantuan yang dibutuhkan di daerah gempa di Turki. Ini adalah bantuan kemanusiaan dalam bentuk logistik pertama dari negara ASEAN yang tiba di lokasi bencana”, kata Duta Besar RI untuk Turki Lalu Muhamad Iqbal dalam keterangannya pada Kamis.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Dubes Iqbal kepada perwakilan Bulan Sabit Merah Turki (Kizilay) pada Rabu (8/2) pukul 13.00 waktu setempat.
Bantuan berupa bahan makanan sebanyak satu kontainer itu tiba di Kota Gaziantep setelah melalui perjalanan darat selama 34 jam dari Istanbul, yang dalam kondisi normal dapat ditempuh dalam waktu 11 jam, menurut KBRI Ankara.
“Turki adalah salah satu negara yang paling dahulu hadir saat bencana Tsunami Aceh 2004 dan bencana Palu 2018. Demikian pula saat wabah COVID-19 varian Delta pada 2021 dan Turki juga membantu obat-obatan dan ventilator meski tidak diminta oleh Indonesia," ujar Iqbal.
Saat ini, lanjut Iqbal, Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan bantuan kemanusiaan tahap berikutnya melalui koordinasi antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Luar Negeri.
Bantuan kemanusiaan tersebut mencakup pengiriman tim Medium Urban Search and Rescue BASARNAS, tim kesehatan dari Kementerian Kesehatan, personel TNI dan Polri serta bantuan lainnya yang diperlukan dan akan diberangkatkan dalam beberapa hari ke depan, katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: 123 WNI yang berhasil dievakuasi KBRI tiba di Ankara
Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
