Logo Header Antaranews Kepri

Haji - Seorang Haji Batal Pulang Karena Sakit

Selasa, 23 November 2010 15:59 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Seorang haji asal Kabupaten Bintan yang tergabung dalam kelompok terbang kedua Debarkasi Hang Nadim Batam batal pulang ke tanah air, Selasa, karena sakit.

"Seorang haji atas nama Painem binti Bungari sakit, sehingga tidak bisa ikut pulang bersama kloter dua," kata Sekretaris Panitia Pelaksana Ibadah Haji Debarkasi Hang Nadim Batam Erizal Abdullah, Selasa.

Painem, kata dia, dirawat di Rumah Sakit Jeddah karena sakit pada kaki. Painem direncanaman akan menjalankan operasi kaki dalam waktu dekat.

"Kakinya patah akibat terjatuh di kamar mandi," kata Erizal.

Painem akan kembali bersama rombongan kloter berikutnya, bila kondisi kesehatannya membaik, kata Erizal.

Sebanyak 449 dari 450 orang haji Kloter Kedua Debarkasi Hang Nadim Batam asal Kabupaten Karimun, Kabupaten Bintan dan Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, tiba selamat di Asrama Haji Batam, Senin.

Kedatangan jamaah haji sempat tertunda sekitar satu jam dari waktu yang direncanakan. Pesawat saudi Arabian Airlines yang membawa jamaah tiba sekitar pukul 10.22 WIB.

Meskipun terlambat sekitar satu jam, namun, menurut Erizal tidak mengganggu jadwal kepulangan jamaah ke daerah masing-masing.

"Tidak mengganggu kepulangan jamaah, karena tidak ada yang pulang menggunakan pesawat, melainkan menggunakan kapal cepat dan jalur darat," kata dia.

Seluruh jemaah, kata dia, langsung pulang ke daerah masing-masing, tidak menginap di Asrama Haji Batam.

Sementara itu, dua orang haji sempat dirawat di klinik Asrama Haji Batam akibat kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh.

"Mereka tidak sakit, hanya kelelahan," kata Erizal.

Usai beristirahat dan mendapatkan perawatan dokter klini, jamaah yang kelelahan itu pun langsung pulang ke daerah masing-masing.

Debarkasi Hang Nadim Batam melayani 10.065 jemaah haji dari empat provinsi yaitu Kepulauan Riau, Riau, Kalimantan Barat dan Jambi yang terbagi dalam 23 kelompok terbang.(Y011/Z003/Btm2)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026