
Malaysia Usir 134 TKI Ilegal Penghujung 2010

Tanjungpinang (ANTARA News) - Pemerintah Malaysia mengusir sebanyak 134 orang TKI bermasalah dipenghujung tahun 2010 melalui Pasir Gudang, Malaysia menuju Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
"Hari ini kami menerima sebanyak 134 TKI bermasalah yang diusir Malaysia," kata Ketua Satgas Penanganan TKI Bermasalah Kota Tanjungpinang, Said Parman di Tanjungpinang, Jumat.
TKI yang semuanya laki-laki dewasa tersebut datang dari Malaysia sekitar pukul 13.20 WIB dengan menumpang kapal feri Baruna Line, sebelum dibawa menuju penampungan di Jalan Transito Tanjungpinang.
Di penampungan, mereka bergabung dengan 144 orang TKI bermasalah dan enam orang bayi yang diusir sehari sebelumnya.
Pada umumnya, TKI bermasalah usiran Malaysia hanya membawa baju di badan, bahkan ada yang tidak membawa alas kaki.
"Semua barang-barang saya diambil, sudah 30 hari saya memakai baju ini sejak ditangkap dan dipenjara sebulan yang lalu di Malaysia, kata Sunarman (56) yang berasal dari Jawa Timur saat di penampungan.
Laki-laki yang mengaku bekerja sebagai "kontrek" (buruh bangunan) dengan gaji rata-rata 50 ringgit Malaysia per hari tersebut, mengaku ditangkap karena tidak memiliki paspor kerja resmi sebagai TKI.
"Kalau kami bekerja secara resmi gaji sangat kecil dan terkadang juga tidak dibayar majikan, terpaksa kami lari dan bekerja tanpa surat-surat resmi dengan gaji yang lumayan tinggi," kata TKI bermasalah lainnya, Adi (23) asal Lombok.
TKI bermasalah yang diusir Malaysia itu, sebagian besar juga mengalami siksaan selama berada didalam penjara, diantaranya mendapat hukuman "sebat" (cambuk).
"Berapa kali mendapat hukuman cambuk tergantung "Mahkamah" (Pengadilan), ada yang dapat satu kali, bahkan ada yang dapat empat kali," ujar beberapa orang TKI bermasalah lainnya.
Sebanyak 278 TKI bermasalah dan enam orang bayi yang berada di penampungan tersebut, terpaksa merayakan tahun baru 2011 di penampungan yang penuh sesak dan mengeluarkan bau keringat yang cukup menyengat.
Selama 2010, Malaysia mengusir TKI bermasalah melalui Tanjungpinang sekitar 22.000 orang.(ANT-029/Btm2)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
