Logo Header Antaranews Kepri

Drydocks Tunggak Rp100 Miliar Pada Perusahaan Batam

Senin, 24 Januari 2011 11:19 WIB
Image Print
Gerbang Drydock World Graha di Tanjunguncang Batam beberapa waktu silam. (kepri.antaranews.com/jo seng bie)

Batam (ANTARA News) - Perusahaan internasional Drydocks World menunggak pembayaran senilai kurang lebih Rp100 miliar kepada puluhan perusahaan subkontraktor di Batam.

"Kami perkirakan tunggakannya mencapai Rp100 miliar dari seluruh perusahaan rekanan sub-kontraktor Drydocks di Batam," kata Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam Ricky Indrakari dalam rapat dengar pendapat dengan Drydocks dan perusahaan subkontraktor di Batam, Senin.

Ricky mengatakan baru 28 subkontraktor yang melapor ke DPRD dengan jumlah tunggakan lebih dari Rp28 miliar.

Namun, kata dia melanjutkan, jumlah itu belum semua, bahkan baru kurang dari 50 persen.

Di tempat yang sama, Yard Director Drydocks Graha, Alan Coway meminta subkontraktor untuk bersabar, karena perusahaan sedang mengalami kesulitan keuangan.

"Kami butuh bantuan, kami minta semuanya sabar dan tenang," kata dia.

Ia mengatakan, 2010 merupakan tahun yang sulit bagi Drydocks. Namun ia enggan menjelaskan masalah yang dialami perusahaan internasional tersebut selama tahun itu.

Meski begitu, ia mengatakan perusahaan subkontraktor tidak perlu khawatir karena Drydocks berkomitmen untuk membayar seluruh utang..

"Sebanyak 200 juta dolar AS telah disiapkan oleh bank di Dubai untuk menyelesaikan masalah keuangan Drydocks," kata dia.

Sementara itu, anggota Komisi IV Udin Sihaloho mempertanyakan komitmen Drydocks dalam mengalokasikan dana khusus untuk membayar tunggakan Drydocks.

"Jangan sampai uang itu tidak sampai ke sini. Hanya di Singapura saja," kata Sihaloho.

Pertanyaan yang sama diungkapkan perwakilan perusahaan subkontraktor yang menghadiri rapat.

"Uangnya memang ada, tapi dibayar apa tidak," kata perwakilan subkontraktor berteriak.
(Y011/P004/Btm2)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026