
Drydocks Batam Terancam Tutup

Batam (ANTARA Kepri) - Perusahaan galangan kapal internasional Drydocks World Group di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Provinsi Kepulauan Riau terancam tutup.
"Saat ini Drydocks sedang mengakami masa sulit dan terancam tutup," kata Ketua Dewan Ekonomi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau Kris Wiluan usai menemani delegasi pengusaha Amerika Serikat di Batam, Senin.
Ia mengatakan, sejak terjadi kericuhan pekerja tahun 2010, Drydocks kesulitan mendapatkan pesanan pembuatan kapal sehingga terancam bangkrut.
Pihaknya kini tengah mengupayakan agar perusahaan asal Dubai itu terus beroperasi di Kota Batam. "Saya terus mendekati mereka agar tidak tutup," kata Kris.
Ia tetap berharap agar Drydocks dapat terus beroperasi di Kota Batam dan tidak jadi bangkrut. "Banyak anak-anak kita yang bekerja di sana, kasihan kalau sampai tutup," kata dia.
Di tempat yang sama, Kepala Sub Direktorat Penanaman Modal Badan Pengusahaan KPBPB Batam, Yayan Achyar, membantah kabar penutupan Drydocks. "Itu hanya isu," kata dia.
Menurut dia, manajemen Drydocks baru saja memperpanjang beberapa perizinan, termasuk membayar uang wajib tahunan otorita (UWTO) sebagai sewa lahan.
Senada dengan Yayan, Direktur Pelayanan Terpadu Satu Atap dan Humas Badan Pengusahaan KPBPB Batam Dwi Djoko Wiwoho juga membantah Drydocks akan tutup.
"Saya tidak pernah mendengar kabar itu, saya tidak tahu. Tapi kayaknya tidak," kata dia.
Sementara itu, sebanyak 16 perusahaan asal Amerika Serikat tertarik menanamkan investasi di KPBPB Batam.
Dalam kunjungannya ke Batam, Senin, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Scot Marciel memuji fasilitas infrastruktur Kawasan Pelabuhan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.
"Batam memiliki infrastruktur bagus," kata Dubes.
Duta Besar AS untuk Indonesia membawa 17 perwakilan perusahaan negara adidaya itu untuk menjajaki investasi di KPBPB Batam.
Selain infrastruktur, Duta Besar juga memuji kemampuan ekspor-impor kota itu. (Y011/I007)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
