
Bangkai Pesawat SMAC Dievakuasi TNI dan Polri

Bintan (ANTARA News) - Bangkai pesawat terbang Cassa 212-100 PT Sabang Merauke Raya Air Charter yang jatuh di hutan Kampung Kampe, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, dievakuasi aparat gabungan TNI dan Polri serta warga setempat, Minggu petang.
Sementara itu, tim investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi mengumpulkan fakta di lokasi kejadian.
"Investigasi dilakukan selama tiga hari," kata Ketua Tim Investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) J Temenggung di lokasi kejadian.
"Untuk sementara ini kami belum dapat menyimpulkan penyebab pesawat tersebut jatuh," kata Temenggung.
Puing-puing pesawat SMAC diangkut petugas kepolisian dan TNI yang dibantu warga setempat ke tempat yang ditentukan petugas KNKT. Sedangkan badan pesawat diangkut dengan menggunakan ekskavator.
Petugas juga menemukan mesin pesawat bekas yang dibungkus di dalam kotak. Belum diketahui secara pasti kenapa di dalam peswat SMAC terdapat mesin pesawat.
Bangkai pesawat dipindahkan ke tempat yang jaraknya hanya 50 meter dari lokasi kejadian.
Bangkai pesawat SMAC dipindahkan setelah jasad pilot Fadlul dikeluarkan dari reruntuhan pesawat siang tadi. Sedangkan jasad kopilot berkewarganegaraan Australia Richard Bakalow, dua kru masing-masing Hendro Sutanto dan Suroto, serta teknisi Syahrul Nasution berhasil dievakusi beberapa jam setelah kejadian.
Pesawat SMAC yang jatuh di hutan Kampung Kampe, Desa Malang Rapat, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau pada Sabtu (12/2-2011) pukul 13.45 WIB. Lima awak pesawat meninggal dunia.
(ANT-NP/Z003/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
