
Polres Karimun hidupkan budaya bersih ikuti arahan Presiden

Batam (ANTARA) - Kepolisian resor (Polres) Kabupaten Karimun, Polda Kepulauan Riau menghidupkan budaya bersih dengan melaksanakan kurve (gotong royong) di sejumlah lokasi, sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto.
Kegiatan kurve dipimpin langsung Wakapolres Karimun Kompol Salahuddin, dilaksanakan di sejumlah lokasi seperti di Mako Polres Karimun, markas komando (mako) polsek jajaran serta Coastal Area Kabupaten Karimun, Jumat.
“Pelaksanaan korve ini melibatkan seluruh personel, sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kerapian lingkungan kerja,” katanya.
Sementara kegiatan korve di kawasan Coastal Area Kabupaten Karimun melibatkan personel gabungan TNI-Polri sebagai wujud kebersamaan dalam menjaga kebersihan lingkungan dan fasilitas umum di kabupaten tersebut.
Personel dari Korem 0317/TBK dan Lanal Tanjung Balai Karimun bersinergi bersama personel Polres Karimun memungut sampah dan membersihkan lingkungan di kawasan objek wisata tersebut.
Sementara itu, Kapolres Karimun AKBP Yunita Stevani yang mengikuti kegiatan olahraga bersama di Mapolda Kepri menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong yang dilakukan jajarannya bersama forkopimda merupakan bentuk komitmen dalam memberikan contoh positif kepada masyarakat.
“Kegiatan korve dan gotong royong ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI kepada seluruh jajaran Polri agar senantiasa hadir di tengah masyarakat, peduli terhadap lingkungan, serta menjadi teladan dalam menjaga kebersihan dan ketertiban,” kata Yunita.
Baca juga: Pemprov Kepri sebut ada 83 dapur SPPG telah miliki sertifikasi higienis
Polres Karimun mengharapkan dengan kegiatan ini dapat menumbuhkan budaya hidup bersih dan meningkatkan kepedulian seluruh personel serta masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti persoalan lingkungan saat menyampaikan taklimat dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).
Awalnya Presiden menyoroti persoalan lingkungan di Bali yang dinilai kotor akibat sampah dan meminta pemerintah daerah untuk melibatkan siswa sekolah dalam kegiatan pembersihan sebagai bagian dari upaya mengatasi masalah tersebut, terutama untuk menjaga daya tarik pariwisata.
Ia menyampaikan, persoalan sampah telah menjadi masalah krusial secara nasional, termasuk di Bali, seraya menyebut banyak tempat pembuangan akhir yang mengalami kelebihan kapasitas dalam beberapa tahun ke depan.
Presiden menilai upaya pembersihan lingkungan tidak dapat dilakukan dengan pendekatan seremonial atau saling menyalahkan, melainkan melalui kerja nyata dan berkelanjutan.
Pemerintah pusat siap memimpin dan mendukung langkah-langkah penanganan sampah apabila diperlukan demi kepentingan masyarakat.
“Semua instansi pemerintah harus memimpin korve. Anak sekolah nggak apa-apa, pagi-pagi 10 menit, 15 menit, setengah jam. Kalau ratusan, ribuan itu cepat itu. Modalnya nanti apa? Modalnya gerobak-gerobak, truk-truk, sampah dan sebagainya,” kata Presiden.
Baca juga: Kemenag: 16 ribu siswa madrasah di Batam terima MBG
Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
