
Saksi Amirullah-Amhar Tolak Tandatangani Rekapitulasi KPU Natuna

Tanjungpinang (ANTARA News) - Saksi pasangan Raja Amirullah-Daeng Amhar, calon Bupati/Wakil Bupati Natuna, Provinsi Kepulauan Riau 2011-2016, menolak menandatangani rekapitulasi hasil pemilihan yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum setempat, Rabu.
"Saksi dari pasangan Raja Amirullah-Daeng Amhar hadir saat pleno penetapan, namun mereka menolak menandatangani berita acara penetapan bupati/wakil bupati terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU)," kata Ketua KPU Natuna, Susilawati Ramadhani Barus yang dihubungi dari ibu kota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tanjungpinang.
Dia mengatakan, hasil rekapitulasi KPU Natuna tetap sah karena sudah melewati tahapan sesuai aturan dan juga ditandatangani oleh empat saksi pasangan bupati/wakil bupati lain serta Panitia Pengawas Pemilu. "Kami akan segera membuat surat tembusan hasil pemilihan Bupati Natuna periode 2011-2016 kepada DPRD setempat," ujar Susilawati.
Menurut dia, selama tahapan pemilihan bupati/wakil bupati semuanya berjalan lancar sesuai tahapan dan tidak terjadi aksi penolakan dari massa salah satu calon.
"Kami bersyukur pemilihan berlangsung aman dan tertib sampai pleno penetapan dari KPU," ujarnya.
Menurut dia, KPU Natuna juga siap menghadapi gugatan dari pasangan Amirullah- Amhar yang keberatan terhadap hasil pemilihan umum pada 10 Februari 2011. KPU Natuna menetapkan pasangan nomor urut empat, Ilyas Sabli-Imalko sebagai Bupati/Wakil Bupati Natuna periode 2011-2016 setelah menang dengan perolehan sebanyak 12.824 suara atau 33,89 persen.
Pasangan yang diusung Partai Demokrat, Hanura dan PDK itu unggul dalam perolehan suara dari empat pasang calon lain.
Ilyas Sabli-Imalko unggul dari pasangan nomor urut satu dari jalur independen Sayed Ridwan-Herman Yadi yang memperoleh sebanyak 453 suara atau 1,20 persen.
Dari pasangan nomor urut dua, Ilyas-Imalko juga unggul setelah pasangan Tawarich-Suardi yang diusung PDIP dan Partai Patriot hanya mampu meraih suara sebanyak 6.653 suara atau 17,58 persen.
Pasangan nomor urut tiga, Amirullah Amhar yang diusung Partai Golkar dan PAN, kalah tipis setelah meraup suara sebanyak 11.928 suara atau 31,52 persen.
Sedangkan pasangan dengan nomor urut lima, Wan Siswandi-Baharuddin yang diusung Partai PKPB dan Partai Pelopor, hanya memperoleh suara sebanyak 5.979 suara atau 15,80 persen dari total perolehan suara. (ANT-HM/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
