
Karantina Kepri: Natuna tetap berstatus wilayah bebas PMK

Natuna (ANTARA) - Badan Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kepulauan Riau (Kepri) memastikan Kabupaten Natuna hingga kini masih menyandang status wilayah bebas penyakit mulut dan kuku (PMK).
Penanggung Jawab Satuan Pelayanan (Satpel) Natuna, Iwan Setiawan, saat dikonfirmasi dari Natuna, Kamis, menjelaskan hewan ternak di Natuna berstatus bebas PMK secara alami, tanpa intervensi atau penggunaan vaksin.
Status ini menjadi salah satu bukti kesehatan hewan ternak di Natuna tetap terjaga melalui pengawasan ketat dan pengendalian lalu lintas hewan.
Dengan status tersebut, pemasukan media pembawa PMK berupa hewan hidup dari daerah terduga maupun tertular tidak diperbolehkan masuk ke Natuna. Kebijakan ini diterapkan guna mencegah potensi penyebaran wabah, khususnya pada hewan berkuku genap seperti sapi dan kambing.
"Hasil penelusuran dan pengawasan yang dilakukan, ternak sapi di Natuna hingga saat ini tetap dinyatakan bebas PMK tanpa penggunaan vaksin," kata dia.
Baca juga: Pemkab Natuna salurkan bantuan untuk 25 pelaku UMKM di Pantai Piwang
Menurut Iwan, status bebas PMK tanpa vaksin ini menjadi nilai tambah bagi para peternak di Natuna. Selain menunjukkan kualitas kesehatan ternak yang baik, hal ini juga mempermudah proses distribusi hewan ke daerah lain, meski tetap harus melalui tahapan pemeriksaan ketat.
Beberapa persyaratan yang wajib dipenuhi antara lain sertifikat veteriner (SV), sertifikat hasil pengujian (SHP) laboratorium terakreditasi yang menyatakan negatif PMK, surat keterangan bebas vaksin, serta surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dari dinas terkait.
"Dengan kondisi tersebut, sapi asal Natuna justru dapat dilalulintaskan ke luar daerah," ujar dia.
Karantina Kepri mengimbau kepada masyarakat dan pelaku usaha di Natuna untuk selalu tertib lapor karantina agar seluruh produk hewan, ikan, tumbuhan serta turunannya dapat di pastikan aman, sehat, bermutu dan layak konsumsi.
"Kami pastikan layanan karantina mudah dan murah, serta segera laporkan kalau ada hewan peliharaan yang terdeteksi sakit ke karantina terdekat atau dokter hewan dinas terkait," ujar dia.
Baca juga: Cuaca Kepri berpotensi hujan pada Jumat ini
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
