Logo Header Antaranews Kepri

Pembangunan Batam Terkendala Lahan

Kamis, 24 Februari 2011 14:30 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Pembangunan di Batam masih terkendala ketersediaan lahan, sehingga capaian pemerintahan Ahmad Dahlan-Ria Saptarika belum 100 persen.

"Kendalanya masih pada lahan dan faktor krisis ekonomi," kata Wali Kota Batam usai memimpin rapat evaluasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RJPMD) lima tahun di Batam, Kamis.

Akibat keterbatasan lahan, maka target pembangunan gedung sekolah dan puskesmas di Batam tidak tercapai sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Batam 2006-2011.

Dinas Pendidikan, kata dia, gagal membangun bangunan sekolah dasar sesuai dengan target.

"Jumlahnya berapa saya lupa, tapi tidak mencapai," kata dia.

Begitu pula Dinas Kesehatan yang dinilai gagal membangun dengan puskesmas, kata Wali Kota menambahkan.

Pemerintah Kota Batam tidak memiliki hak alokasi lahan di Pulau Utama Batam, melainkan dikuasai Badan Pengusahaan Batam. Untuk membangun fasilitas umum, Pemkot Batam harus meminta alokasi lahan kepada BP, namun sering terkendala.

Sementara itu, berdasarkan hasil evaluasi bersama pemerintahan Kota Batam, pemerintahan dibawah wali kota-wakil wali kota Batam 2011-2016 Ahmad Dahlan-Ria Saptarika dianggap berhasil dengan angka capaian di atas 80 persen.

Dinas yang dianggap berhasil, bahkan capaiannya melebihi target antara lain Dinas Tata Kota dan Dinas Pendudukan.

"Pembangunan rusun oleh Dinas Tata Kota melebihi yang ditargetkan," kata Wali Kota.

Sedangkan dinas yang dianggap kurang memenuhi target antara lain Dinas Pendidikan dengan pembangunan gedung SD, Dinas Kesehatan kurang membangun puskesmas dan Dinas Pekerjaan Umum.

"Dinas PU tidak berhasil membuat batu miring di pulau-pulau," kata Wali Kota.

Mengenai banjir, ia mengatakan sesungguhnya Pemkot telah berhasil memenuhi janji bebas banjir pada 2010.

"Pada waktu janji, itu hanya ada 16 titik banjir, dan itu sudah diselesaikan. Namun ternyata, perkembangannya ada 36 titik banjir," kata dia.

Ia mengakui Pemkot Batam belum bisa menanggulangi banjir, di lokasi yang bertambah pada belakangan.

Menurut dia, pembangunan menyebabkan penambahan lokasi banjir di Batam.(Y011/B008/Btm2)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026