
Sultan Hamengku Buwono X siapkan bantuan tangani dampak gempa Bantul

Yogyakarta (ANTARA) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyiapkan dana bantuan untuk penanganan dampak bencana gempa bumi di Bantul.
Sultan Hamengku Buwono (HB) X di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Sabtu, mengatakan masing-masing kabupaten terdampak bencana dapat memanfaatkan dana darurat terlebih dahulu.
"Nanti kalau kurang kita bantu," kata Ngarsa Dalem sapaan Sultan HB X.
Menurut Sultan, kabupaten masih memiliki alokasi dana darurat dengan besaran berbeda seperti di Kabupaten Bantul sebesar Rp14 miliar dan Gunungkidul Rp5 miliar.
Baca juga: 111 rumah di Wonogiri rusak dampak Gempa Yogyakarta
"Tapi sebetulnya kan tidak hanya seperti itu. Mereka masih bisa tinggal di rumahnya enggak atau mampu enggak, dalam arti kan mereka disuplai konsumsi untuk makan dan sebagainya, tapi kan laporannya belum sampai situ," kata Raja Keraton Yogyakarta itu.
Berdasarkan laporan yang diterima, menurut Sultan, gempa pada Jumat malam (30/6) berdampak kerusakan bangunan yang seluruhnya relatif berkategori ringan.
"Relatif rusak ringan semua. Hanya jumlahnya yang paling banyak di Gunungkidul," kata Sultan HB X.
BPBD DIY mencatat dampak kerusakan akibat gempa Bantul berdasarkan data terakhir mencapai 172 unit yang tersebar di Kabupaten Gunungkidul, Kulon Progo, Bantul, dan Sleman.
Baca juga: BMKG catat 44 kali gempa susulan usai gempa magnitudo 6,4 di selatan Yogyakarta
"Total dampak (kerusakan akibat gempa) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta 172 unit," kata Plh Kepala Pelaksana BPBD DIY Danang Samsurizal.
Danang menjelaskan 172 unit kerusakan itu meliputi 137 rumah, yang 133 diantaranya rusak ringan dan empat rusak sedang.
Berikutnya 14 unit fasilitas perkantoran (13 unit rusak ringan dan satu unit rusak sedang), lima unit fasilitas ibadah rusak ringan, dua unit tempat usaha rusak ringan, satu unit fasilitas kesehatan rusak ringan, tiga unit fasilitas pendidikan rusak ringan, dan tiga unit kandang ternak yang masing-masing rusak ringan, sedang, dan berat.
"Kerusakan ringan juga terjadi pada tiga unit jaringan listrik, satu unit tiang listrik, dan tiga unit fasilitas umum," kata Danang.
Baca juga: 106 unit rumah di Yogyakarta rusak akibat Gempa Bantul
Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Yogyakarta hingga Sabtu (1/7) pagi mencatat 45 kali gempa susulan usai gempa bumi dengan magnitudo 6,4 mengguncang Samudera Hindia selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Jumat (30/6) pukul 19.57.43 WIB.
"Sampai pukul 10.15 WIB itu sudah 45 kali gempa susulan, dengan rata-rata magnitudo 2,5 sampai tertinggi 4,2," kata staf Bagian Observasi Staklim BMKG Yogyakarta Zamroni usai berkunjung ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Sabtu.
Pihaknya tidak bisa memastikan sampai kapan gempa susulan usai gempa tektonik yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi magnitudo 6,0 yang episenternya terletak di koordinat 8,63 LS, 110,08 BT atau berlokasi di laut pada jarak 81 kilometer arah selatan Kota Wates, DIY, pada kedalaman 67 kilometer.
"Kalau sampai kapan kita terus memonitoring, tapi kita belum memastikan sampai kapan berakhir, yang jelas dari gempa susulan yang terjadi semakin ke sini artinya semakin berkurang," katanya.
Baca juga:
Puluhan rumah di Pacitan rusak terdampak Gempa Yogyakarta
Puluhan rumah di Pacitan rusak terdampak Gempa Yogyakarta
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sultan HB X minta pemkab pakai dana darurat bantu korban gempa Bantul
Pewarta : Luqman Hakim
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
