
Kopdes Merah Putih Kuala Sempang raup omzet hingga Rp200 juta per bulan

Bintan, Kepri (ANTARA) - Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Desa Kuala Sempang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), meraup omzet Rp150 juta hingga Rp200 juta per bulan dengan laba kotor sekitar Rp50 juta.
"Kalau laba bersih bisa mencapai Rp20 juta per bulan. Itu sudah di luar operasional koperasi," kata Ketua KDMP Kuala Sempang Shalahuddin Syah di Tanjungpinang, Senin.
Ia menyebut sebagian besar laba bersih itu dimasukkan ke dalam kas koperasi atau menjadi sisa hasil usaha (SHU) selama setahun, untuk kemudian dibagikan kepada anggota koperasi sesuai Anggaran Dasar Rumah Tangga (ADRT) yang berlaku. Jumlah anggota KDMP Kuala Sempang berkisar 170 orang.
Sedangkan sebagian laba bersih lainnya, menurut dia, dibagikan kepada mitra kerja sama atau pihak ketiga, seperti Bulog dan D'Sayur yang sejak awal banyak mendukung dari sisi modal usaha maupun suplai komoditi pokok masyarakat yang menjadi lini bisnis utama koperasi.
"Sesuai perjanjian awal, pihak ketiga dapat persenan dari laba bersih KDMP Kuala Sempang," katanya.
KDMP Kuala Sempang resmi beroperasi pada Juli 2025 sekaligus menjadi koperasi percontohan nasional perwakilan Kepri yang diluncurkan Presiden RI Prabowo Subianto bersama 80 ribu KDMP lainnya di Indonesia.
Baca juga: Polres Natuna periksa kesehatan para petugas di tempat pembuangan akhir
Koperasi tersebut membuka gerai sembako menyerupai mini market yang menyediakan aneka kebutuhan pokok masyarakat, mulai dari beras, minyak goreng, gula, tepung, termasuk produk-produk UMKM lokal, misalnya kerupuk.
Gerai sembako itu dibuka mulai pukul 08.00 WIB sampai 22.00 WIB, dengan jumlah pekerja empat orang. Mereka digaji sekitar Rp1,5 jut per bulan.
Lokasinya cukup strategis, berada di Taman Rekreasi Desa Kuala Sempang, salah satunya berhampiran dengan rumah makan seafood Rindu Selalu yang kerap didatangi turis asing.
"Turis setelah makan di situ, kadang singgah dulu ke gerai sembako kami, biasanya beli jajanan kerupuk khas laut," ujar dia.
KDMP Kuala Sempang turut menyuplai bahan pangan untuk kebutuhan warga serta warung-warung kelontong di sekitarnya, misalnya beras dan minyak goreng.
Barang-barang pokok di gerai sembako tersebut dipasok dari Bulog dan D'sayur, dengan harga di bawah harga eceran tertinggi (HET).
"Kita tetap jual sesuai HET. Tidak boleh lebih dari itu," kata Shalahuddin.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa gerai sembako KDMP Kuala Sempang saat ini merupakan bangunan milik pemerintah deesa setempat dengan status pinjam pakai selama setahun.
Mereka, menurut dia, masih menunggu Pemerintah Pusat selesai membangun gedung KDMP Kuala Sempang pada Maret 2026.
"Lokasinya persis di sebelah gerai sembako saat ini," ujar dia.
Ia turut menyampaikan tantangan dalam menjalankan koperasi, antara lain tidak mudah membangun kepercayaan masyarakat bergabung dengan koperasi tersebut, namun pelan-pelan warga mulai menaruh perhatian dengan berbagai inovasi yang dihadirkan KDMP.
Selain itu, KDMP Kuala Sempang juga masih keterbatasan modal mengingat dari awal beroperasi sampai saat ini, belum ada bantuan dana dari pemerintah pusat. Modalnya masih dari kalangan anggota koperasi serta pihak ketiga.
"Dari Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Koperasi dan UKM sempat bantu untuk modal awal koperasi," katanya menjelaskan.
Baca juga: Polda Kepri bersama Polresta Barelang tangkap jaringan pencuri lintas provinsi
Berikutnya, koperasi merah putih itu belum bisa mensuplai komoditas pangan dalam jumlah besar untuk warung-warung sembako di sekitarnya, karena mereka rata-rata sudah memiliki ikatan bisnis dengan tauke sembako sendiri.
"Harapan kami, KDMP bisa menjadi supplier kebutuhan sembako di warung-warung," ujar dia.
Shalahuddin optimistis selama delapan bulan berjalan, KDMP Kuala Sempang mendapat respon yang baik dari masyarakat sehingga menjadi modal koperasi untuk terus berkembang.
Ia pun berharap dukungan pemerintah melalui peningkatan kapasitas pengurus dan SDM KDMP, misalnya pelatihan bagaimana mengembangkan koperasi.
"Apalagi saya belum berpengalaman ikut koperasi, sehingga perlu penguatan kapasitas supaya menjadi spirit memimpin KDMP menjadi lebih maju ke depannya," katanya pula.
Pewarta : Ogen
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
