
Nilai Impor Kepri Naik 6,17 Persen

Tanjungpinang (ANTARA News) - Nilai impor migas dan nonmigas Provinsi Kepulauan Riau selama Desember 2010 mencapai 909,53 juta dolar AS atau naik 6,17 persen dibanding bulan sebelumnya.
Migas yang diimpor Kepulauan Riau (Kepri) pada saat itu mencapai 7,65 juta dolar AS atau 0,84 persen, dan impor nonmigas sebesar 901,87 juta AS atau 99,16 persen, kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri Said Syafri, di Tanjungpinang, Rabu.
"Nilai impor Kepri selama Desember 2010 naik sebesar 52,89 juta dolar AS, atau naik 6,17 persen dibanding kondisi satu bulan sebelumnya," ungkapnya.
Kenaikan impor Kepri dipengaruhi meningkatnya impor komoditas nonmigas sebesar 11,10 persen atau 90,08 juta dolar AS, sementara impor komoditas migas turun sebesar 82,93 persen atau 37,19 juta dolar AS.
Sedangkan bila dibanding dengan nilai impor pada Desember 2009, nilai impor Kepri selama Desember 2010 juga turun 133,33 juta dolar AS atau 17,18 persen. Kenaikan impor pada saat itu disebabkan meningkatnya impor komoditas nonmigas sebesar 200,67 juta dolar AS atau 28,62 persen.
"Sementara impor komoditas migas justru mengalami penurunan sebesar 67,34 juta dolar AS (89,79 persen)," ungkapnya.
Selama Desember 2010 impor nonmigas terbesar adalah mesin atau peralatan listrik dengan nilai 312,62 juta dolar AS. Kontribusi mesin atau peralatan listrik sebesar 34,66 persen dari total impor nonmigas.
"Impor mesin-mesin atau pesawat mekanik dengan nilai 153,09 juta dolar AS (16,98 persen), dan benda-benda dari besi dan baja dengan nilai 109,28 juta dolar Amerika (12,12 persen)," ungkapnya.
Selama Desember 2010 Kepri paling banyak mengimpor produk migas dan nonmigas dari Singapura dengan nilai sebesar 430,83 juta dolar AS. Kontribusi produk migas dan nonmigas asal Singapura yang diimpor Kepri pada saat itu mencapai 47,37 persen.
"Impor dari Singapura naik sebesar 1,32 persen dibanding nilai impor bulan sebelumnya," katanya.
Sementara Jepang memiliki peranan terpenting kedua terhadap produk yang diimpor Kepri pada Desember 2010. Impor miga sdan nonmigas dari Jepang mencapai 101,00 juta dolar Amerika atau 11,11 persen.
Impor dari Jepang pada saat itu naik sebesar 10,66 persen dibanding satu bulan sebelumnya.
Sementara China merupakan negara pemasok barang impor ke Kepri terbesar ketiga selama Desember 2010 dengan nilai impor sebesar 92,73 juta dolar AS. Kontribusi China terhadap produk yang diimpor Kepri mencapai 10,19 persen.
"Impor dari negara China pada Desember 2010 naik sebesar 12,96 persen dibanding bulan sebelumnya," ungkapnya.
Negara-negara pemasok barang impor ke Kepri lainnya selama bulan Desember 2010 yang mempunyai peran cukup besar adalah Jerman dengan nilai impor sebesar 61,99 juta dolar AS, dengan peranannya yang mencapai 6,82 persen, Malaysia sebesar 61,13 juta dolar AS (6,72 persen), Amerika Serikat sebesar 30,02 juta dolar AS (3,30 persen), Perancis sebesar 16,39 juta dolar AS (1,80 persen), Taiwan sebesar 13,11 juta dolar AS (1,44 persen), Austria sebesar 11,00 juta dolar AS (1,21 persen), dan Korea Selatan sebesar 8,38 juta dolar AS (0,92 persen).
"Pelabuhan bongkar barang impor terbesar adalah Pelabuhan Batu Ampar dengan nilai impor sebesar 400,22 juta dolar AS, disusul Pelabuhan Sekupang dengan nilai 249,22 juta dolar AS, dan pelabuhan Tanjung Uban dengan nilai 108,69 juta dolar AS. Konstribusi ketiga pelabuhan tersebut mencapai 83,35 persen dari total impor," ujarnya.
(ANT-NP/A023/Btm2)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
