
Pemprov Kepri Diminta Tindaklanjuti Hasil Kunjungan Presiden

Tanjungpinang (ANTARA News) - Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Nur Syafriadi meminta pemerintah daerah setempat segera menindaklanjuti hasil kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama tiga hari ke Tanjungpinang dan Bintan pada akhir Februari 2011.
"Kami berharap pemerintah daerah segera 'mengejar' apa yang diutarakan Presiden SBY setelah menerima paparan atau masukan dari Gubernur dan kepala daerah se-Kepulauan Riau," kata Nur Syafriadi di Tanjungpinang, Senin.
Nur mengatakan, jika pemerintah daerah lamban mengambil tindakan, bisa jadi apa yang diharapkan Presiden prosesnya menjadi lambat.
"Proses yang dijanjikan pusat waktu itu selama dua bulan kedepan setelah kunjungan SBY, Gubernur dan satuan kerja perangkat daerahnya harus menyegerakan membuat program-program percepatan pertumbuhan ekonomi yang direncanakan," ujarya.
Menurut Nur, kunjungan Menteri Keuangan Agus Martowardoyo ke Batam diharapkan bisa dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menggesa apa yang dihasilkan dari kunjungan SBY bersama beberapa orang menteri pada 25 sampai 27 Februari 2011.
"Dengan Menteri Keuangan banyak yang bisa dibahas, seperti masalah viskal dan revisi PP No 2 tahun 2009 tentang Perlakuan Kepabeanan, Perpajakan dan Cukai serta Pengawasan atas Pemasukan dan Pengeluaran Barang ke dan dari serta Berada di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas," ujar Nur yang diusung Partai Golkar.
Pada saat kunjungan ke Tanjungpinang dan Bintan akhir Februari 2011, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono optimistis Provinsi Kepulauan Riau akan menjadi pusat ekonomi baru, sehingga bisa menyaingi Singapura.
"Tempat kita ini adalah satelit Singapura. Kita akan menjadi 'new economy center'," kata Presiden Yudhoyono saat membuka rapat kerja di Bandara Raja Haji Fisabillillah, Tanjungpinang.
Presiden menjelaskan, untuk mencapai target itu, semua pihak harus bekerja keras untuk membangun Kepulauan Riau.
Pembangunan itu harus mengakomodasi kepentingan lokal, yaitu peningkatan ekonomi masyarakat setempat. Selain itu, kepentingan nasional juga harus dipenuhi, dalam bentuk percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.
Presiden juga meminta pembangunan Kepri memperhatikan empat sasaran utama, yaitu pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan tenaga kerja, pengurangan kemiskinan, dan pemeliharaan lingkungan.
"Pada saatnya nanti itu akan menjadi center yang tidak kalah dengan Singapura," kata Presiden.
Sementara menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan Presiden berkeinginan mempercepat dan memperluas pembangunan ekonomi Kepri.
Menurut Menko Perekonomian, untuk percepatan pembangunan dan perluasan ekonomi di Kepri ada beberapa program prioritas, antara lain program kelautan dan perikanan, peningkatan daya saing Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas (FTZ) Batam, Bintan dan Karimun (BBK).
Selain itu juga potensi Kepri sebagai daerah pertanian untuk memenuhi permintaan ekspor sayur ke Singapura, serta Kepri sebagai daerah pemasok energi terutama gas dari Kabupaten Natuna.
(ANT-HM/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
