Logo Header Antaranews Kepri

LSM Minta Pengangkatan Bangkai Kapal Hyundai Dihentikan

Sabtu, 19 Maret 2011 16:00 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Beberapa lembaga swadaya masyarakat meminta Pemerintah Kota Batam menghentikan pengangkatan kapal pengangkut 4.000 mobil Hyundai yang tenggelam di Selat Malaka tahun 2004 karena dicurigai belum memiliki izin lingkungan.

"Kami minta pengangkatan kapal dihentikan karena tidak memiliki syarat prosedur yang lengkap," kata Koordinator Forum LSM Batam Hubertus dalam rapat dengar pendapat DPRD Kota Batam akhir pekan lalu.

Hubertus mengatakan pengangkatan kapal yang mengangkut lebih dari 4.000 mobil itu harus disertai dengan prosedur yang lengkap dan memiliki izin lingkungan dari Bapedalda. Bila tidak ada, maka pengangkatan harus dihentikan.

Apalagi, kata dia, Kapal Hyundai membawa ribuan mobil dan juga bahan kimia seperti oli dan lainnya, sehingga bila pengangkatan tidak dilakukan sesuai prosedur, maka akan merusak lingkungan.

"Harus ada izin lingkungan dan diawasi ketat karena ada kimia di bawah sana," kata dia.

Di tempat yang sama, pejabat pengawas lingkungan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah Kota Batam Agus mengatakan tidak tahu apakah proses pengangkatan kapal Hyundai sudah memiliki izin lingkungan atau tidak.

"Saya tidak bisa menjawab karena memang tidak tahu," kata Agus.

Sementara itu, Direktur Polisi Air Kepolisian Daerah Kepulauan Riau Komisaris Polisi Muhammad Yassin meminta LSM untuk tenang dan tidak gegabah.

Bila LSM ingin menghentikan pengangkatan kapal, maka harus berkoordinasi dengan aparat kepolisian.

"Kami tidak ingin ada masyarakat yang dirugikan," kata dia.

Rapat dengar pendapat sempat ricuh saat perwakilan Dewan Maritim Daerah (DBD) memaparkan hasil penelitian mengenai proses tenggelam dan upaya pengangkapatan kapal Hyundai. Pemimpin sidang Muhammad Yunus menginterupsi dan meminta pemaparan diperpendek.

Merasa tersinggung, sekitar 20 orang pengurus DMD ke luar dari ruang sidang sambil berteriak marah.

MT Hyundai 105 yang membawa 4.192 mobil merek Hyundai dan KIA tenggelam setelah bertabrakan dengan MT Kainesan pada 24 Mei 2004 sekitar pukul 23.45 WIB di perairan internasional, sekitar enam km dari Pulau Sentosa Singapura, namun kini, bangkai kapal berada di Perairan Batam.

Enam tahun setelah kecelakaan, pihak Hyundai berupaya mengangkat bangkai kapal.

(Y011/A011/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026