Logo Header Antaranews Kepri

Pemkab Karimun Diminta Evaluasi Program Pariwisata

Senin, 28 Maret 2011 14:11 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, diminta mengevaluasi kembali program kepariwisataan daerah setempat menyusul lesunya kunjungan wisatawan mancanegara melalui pelabuhan internasional Tanjung Balai Karimun akhir-akhir ini.

"Pemerintah daerah perlu membuat terobosan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara," kata Sekretaris Asosiasi Pemilik Pelayaran Indonesia atau Indonesia National Shipowners Association (INSA) Sudirman di Tanjung Balai Karimun, Senin.

Menurut Sudirman tingkat kunjungan wisman akhir-akhir ini merosot tajam, per bulannya hanya berkisar enam ribu orang. Padahal, saat Karimun belum menjadi kabupaten, kunjungan wisman per bulannya mencapai 35 ribu orang.

"Penurunan yang cukup signifikan ini berdampak pada merosotnya pendapatan pengusaha kapal. Bayangkan saja, penumpang yang biasanya ramai pada akhir pekan, kini merosot bahkan jumlahnya tidak sampai 50 persen dari kapasitas kapal," tuturnya.

Dia mencontohkan MV Tuah jurusan Pelabuhan Kukup, Malaysia, dari 200 kursi yang tersedia, yang terisi hanya sekitar 50 hingga 60 kursi.

"Siang ini saja penumpang berangkat hanya 40 orang," kata dia.

Dia mengatakan pelabuhan internasional Tanjung Balai Karimun merupakan satu-satunya pintu masuk dari luar negeri.

Kapal tujuan Malaysia sebanyak empat kapal dengan sepuluh kali keberangkatan setiap hari, sedangkan jurusan Singapura dua kapal dengan empat kali keberangkatan.

"Jika pemerintah daerah tidak mengevaluasi kembali program pariwisata, kami khawatir akan berdampak pada dunia pelayaran. Sangat disayangkan jika kita tidak mampu mengoptimalkan posisi kita yang berada di perbatasan," katanya.

Pemerintah, menurut dia hendaknya membenahi objek-objek wisata agar menarik dan dikunjungi turis asing.

"Turis asing tidak akan datang jika pantai kotor, tidak dilengkapi fasilitas memadai, kita juga tidak punya resort yang bisa dipromosikan. Lalu, mana mungkin turis asing datang jika objek wisata tidak bernilai jual tinggi," kata dia.

Dia juga menambahkan, program seni yang digalakkan Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya tidak efektif meningkatkan kunjungan turis asing.

"Pentas seni hanya untuk konsumsi warga lokal, yang dibutuhkan adalah mengoptimalkan objek-objek wisata yang sudah ada," katanya.
(ANT-RD/Z003/Btm2)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026