
Gempa magnitudo 5,7 guncang Banten

Jakarta (ANTARA) - Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menyatakan gempa berkekuatan magnitudo 5,7 di wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa, Pandeglang, Banten, pada pukul 11.28 WIB, Kamis, tidak berpotensi tsunami.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Daryono dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Episenter gempa bumi tepatnya berlokasi di laut pada jarak 112 kilometer arah Barat Daya Muarabinuangeun, Banten, pada kedalaman 50 kilometer.
BMKG menyebutkan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, maka gempa bumi tersebut berjenis dangkal akibat adanya deformasi batuan dalam slab lempeng Indo-Australia atau intraslab yang tersubduksi ke bawah Lempeng Eurasia.
Hasil analisis mekanisme sumber pun menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust).
Menurut BMKG, gempa bumi berdampak dan dirasakan di daerah Bandung dengan skala intensitas II-III MMI yakni getaran dirasakan nyata dalam rumah dengan getaran terasa seakan-akan truk sedang berlalu.
Gempa juga dirasakan oleh masyarakat Cikembar dan Bogor dengan skala intensitas II MMI yaitu getaran dirasakan oleh beberapa orang dengan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
“Hingga pukul 11.50 WIB, hasil pantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock,” ujar Daryono.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BMKG: Gempa magnitudo 5,7 di Banten tak berpotensi tsunami
Pewarta : Astrid Faidlatul Habibah
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
