
PP Muhammadiyah menyatakan sikap atas konflik Israel - Palestina

Jakarta (ANTARA) - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyatakan sikap atas konflik antara Israel dan Palestina yang kembali berkecamuk pada beberapa hari terakhir.
"Satu, kami sangat prihatin dengan perang Israel-Palestina dan menyampaikan duka cita yang mendalam atas ribuan masyarakat sipil yang meninggal dunia dan luka-luka," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir di Jakarta, Rabu.
Haedar mengatakan pihaknya mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera mengambil langkah-langkah politik dan diplomatik dengan melibatkan pihak-pihak terkait, khususnya Israel-Palestina untuk menghentikan perang, melakukan gencatan senjata, dan melakukan perundingan damai.
Ketiga, PP Muhammadiyah menyerukan agar Israel tidak memanfaatkan perang untuk terus melakukan aneksasi dan agresi terhadap wilayah dan Bangsa Palestina, demi tegaknya perdamaian di kawasan yang penuh gejolak ini. Semua pihak diminta ikut serta menyelesaikan akar masalah dan menaati serta mengimplementasikan Resolusi Dewan Keamanan PBB sebagai solusi konflik Israel-Palestina.
"Empat, kami meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk lebih proaktif dan memperkuat langkah maju yang telah dilakukan selama ini dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina melalui Perserikatan Bangsa-bangsa, Organisasi Kerjasama Islam, dan jalur-jalur lainnya," ujarnya.
Kelima, kata Haedar, PP Muhammadiyah mengimbau kepada semua pihak di Tanah Air untuk menyikapi perang Israel-Palestina dengan rasional dan arif, serta tidak terprovokasi oleh berbagai informasi provokatif, hoaks, dan menyesatkan yang disampaikan oleh pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan perang Israel-Palestina untuk kepentingan politik tertentu yang berpotensi menimbulkan masalah di dalam negeri.
Keenam, PP Muhammadiyah menyerukan kepada umat Islam untuk memanjatkan doa dan shalat gaib bagi kaum Muslimin yang menjadi korban perang, serta memohon kepada Allah agar perang segera berakhir dan masyarakat dunia hidup dengan damai dan sejahtera.
"Tujuh, Muhammadiyah senantiasa mendukung perjuangan Palestina serta bersiap mengirimkan bantuan dan relawan kemanusiaan, aktif berkoordinasi dan bekerjasama dengan berbagai pihak yang dapat dipercaya untuk membantu masyarakat sipil yang menjadi korban perang, terutama anak-anak dan perempuan," tutur Haedar Nashir.
Sementara itu, perang antara Israel dan kelompok Hamas Palestina pecah pada Sabtu (7/10) saat pejuang Hamas meluncurkan 2.200 roket ke wilah yang dikuasai Israel. Sistem pertahanan udara Israel, yang disebut “Iron Dome”, meskipun mampu mendeteksi dan menghalau serangan roket, tetap tidak dapat menangkal keseluruhan roket yang ditembakkan oleh pejuang Hamas.
Dalam waktu 48 jam setelah serangan awal itu, pejuang Hamas lanjut merangsek masuk ke wilayah Israel melalui beberapa titik perbatasan daratnya.
Militer Israel pun membalas serangan Hamas dengan membombardir Gaza, termasuk apartemen-apartemen dan rumah sakit warga sipil.
Sekretaris Jenderal Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Hussein al-Sheikh menyatakan akses obat-obatan dan makanan ke Gaza saat ini masih ditutup oleh Israel. Oleh karena itu, dia meminta lembaga-lembaga kemanusiaan internasional mendesak Israel agar membuka akses itu mengingat banyak anak-anak dan warga sipil menjadi korban dan mereka membutuhkan pertolongan.
Sejauh ini, lebih dari 700 orang di Gaza tewas, sementara lebih dari 4.000 warga luka-luka, sementara di Israel lebih dari 900 warga tewas, dan lebih dari 2.000 warga luka-luka.
Kementerian Luar Negeri RI mencatat saat ini ada 45 orang warga negara Indonesia (WNI) di Palestina, 10 di antaranya ada di Gaza.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PP Muhammadiyah nyatakan sikap atas konflik Israel-Palestina
Pewarta : Sean Muhamad
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
