
Pelaku IKM Belum Maksimal Manfaatkan Pinjaman Modal

Tanjungpinang (ANTARA News) - Pelaku industri kecil menengah di Provinsi Kepulauan Riau dinilai belum maksimal memanfaatkan pinjaman untuk modal usaha yang telah disiapkan pemerintah melalui berbagai program.
"Pelaku IKM (industri kecil menengah) sering mengeluh, karena kekurangan modal. Tetapi mereka kesulitan mendapatkan pinjaman, karena tidak memiliki pembukuan atas usahanya," kata tenaga penyuluh IKM di Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Ihsan, Selasa.
Kepri memiliki lima orang tenaga penyuluh IKM yang bertugas di Tanjungpinang, Bintan dan Karimun.
Mereka berupaya membimbing pelaku IKM untuk membuat pembukuan, karena itu sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan pinjaman modal yang bersumber dari berbagai program pemerintah.
Pelaku IKM dapat meminjam modal dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri, BUMD kabupaten/kota dan Dinas Koperasi.
"Pelaku IKM jarang menulis secara terstruktur pemasukan dan pengeluaran atas usaha yang dijalaninya," ujar Ihsan yang merupakan angkatan pertama (tahun 2007) yang mendapat bea siswa program tenaga penyuluh dari Kementerian Perindustrian.
Hal senada disampaikan Dedi, tenaga penyuluh IKM di Tanjungpinang.
Ia mengatakan, selain permasalahan modal, tenaga penyuluh juga menemukan permasalahan kemasan pada produk IKM yang masih sederhana dan kurang menarik.
Akibatnya, kata dia, produk tersebut kurang laku terjual.
Sistem pemasaran yang lemah juga menjadi masalah yang dihadapi pelaku IKM. Berbagai produk IKM kurang laku terjual karena tidak dipasarkan dengan baik.
"Kami telah memberi motivasi dan penyuluhan agar sistem pemasaran dan kemasan diperbaiki sehingga produk yang dihasilkan pelaku IKM laris dibeli konsumen," ungkap Dedi yang juga alumni mahasiswa Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta.
(ANT-NP/A035/Btm3)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
