
Warga Serasan dan Midai Dambakan Bandara Perintis

Pontianak (ANTARA News) - Warga Pulau Serasan yang wilayahnya meliputi dua kecamatan dan warga Kecamatan Midai di Pulau Midai, meminta Gubernur Kepulauan Riau memfasilitasi pembangunan bandara perintis.
Pulau Serasan sangat jauh dari ibu kota provinsi maupun ibu kota kabupaten, sedangkan transportasi laut sering terganggu faktor cuaca, sehingga perlu pengadaan bandara perintis, kata Ismaniah, Minggu mewakili aspirasi warga Kecamatan Serasan dan Serasan Timur, dalam dialog dengan Gubernur Kepri Muhammad Sani, di Pulau Serasan.
Permintaan yang sama disampaikan Kepala Desa Air Putih, M Napi ketika Gubernur bersama Bupati Natuna Ilyas Sabli dan Ketua DPRD Kepri Nur Syafriadi bersilaturahim dengan warga Kecamatan Midai di Pulau Midai, Sabtu (28/5).
"Kami telah hitung-hitung, tersedia lahan untuk lapangan udara perintis di pulau ini," kata Napi.
Menurut Asmaniah, letak geografi Serasan yang terpencil, dan sarana perhubungan yang belum memadai menyebabkan sumber daya manusia kecamatan kurang mampu mengikuti kemajuan zaman.
Perwakilan warga dua kecamatan itu, juga minta Gubernur memfasilitasi pembukaan kantor perwakian bank di Midai dan Serasan.
Soal kantor ranting bank, Gubernur menyatakan akan membicarakan dengan Bank Riau Kepri yang telah membuka kantor perwakilan di Kecamatan Sedanau.
Mengenai lapangan udara perintis untuk Midai dan Serasan, Gubernur mengatakan, baru akan dapat terwujud karena belum termasuk dalam rencana pembangunan jangka panjang 20 tahun.
Sarana dan prasarana laut, darat dan udara untuk Kabupaten Natuna, Kepulauan Anambas dan Lingga perlu diadakan supaya arus barang, uang dan orang lebih lancar sehingga memajukan perekonomian dan menyejahterakan warga, katanya.
Akan tetapi, dewasa ini Pemprov Kepri baru mengajukan usul dan telah membuat "detail engineering design" untuk pembangunan bandara perintis di Tambelan, Kabupaten Bintan, serta bandara perintis di Pulau Letung, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas.
Bandara di Letung direncanakan dibangun antara lain untuk mengembangkan kepariwisataan khususnya Padang Melang yang panjang pantai pasir putihnya sekitar 7 kilometer.
Selain itu bandara perintis di Letung akan mendukung pengembangan wisata perairan Pulau Bawah yang tidak kalah dengan Bunaken, bila tersedia transportasi udara dari Singapura ke Letung.
Pembangunan bandara perintis merupakan kewenangan pemerintah pusat atau Kementerian Perhubungan. Kunjungan kerja Gubernur ke warga pulau-pulau terdepan/terluar di Natuna yaitu Bunguran Utara, Midai, Subi Kecil dan Serasan dilakukan dua hari, Sabtu dan Minggu untuk melihat perkembangan dan mendengar pemikiran warga mengenai apa yang seharusnya dibangun pemerintah.
Pada setiap kunjungan ke lima kecamatan di Natuna, Gubernur menyerahkan bantuan berupa uang dan Alquran untuk beberapa masjid, surau, mushala dan taman pendidikan Alquran.
Dalam kunjungan itu, Sani mengajak aparat desa menyisir warga supaya tidak seorangpun kelompok umur wajib belajar sembilan tahun putus sekolah hanya karena kendala biaya.
Pemprov menyediakan beasiswa dan biaya asrama bagi kelompok usia belajar sembilan tahun (SLTA). Untuk itu tidak ada seorang pun yang tidak bersekolah hingga SMA/SMK/MTN kalau alasannya hanya ketidakcukupan biaya, kata Gubernur.(ANT-JSB/S004/DD)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
