
Batam Inflasi 0,36 Persen

Tanjungpinang (ANTARA News) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau menyatakan, Kota Batam pada Mei 2011 terjadi inflasi sebesar 0,36 persen yang disebabkan kenaikan harga beberapa barang kebutuhan masyarakat.
"Sebanyak 10 dari 16 kota di Sumatra mengalami inflasi, termasuk Batam. Namun inflasi tertinggi terjadi di Palembang sebesar 0,79 persen dan terendah di Padang 0,08 persen," ungkap Kepala Bagian Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau (Kepri), Mangaputua Gultom, Rabu, di Tanjungpinang.
Gultom mengatakan, inflasi di Batam disebabkan kenaikan indeks harga konsumen dari 121,08 pada April 2011 menjadi 121,51 pada Mei 2011.
Sebanyak 72 dari 324 paket komoditas Kota Batam mengalami perubahan harga. Sebanyak 47 komoditas mengalami kenaikan harga, sementara harga 25 komoditas lainnya turun.
Barang kebutuhan masyarakat yang mengalami kenaikan harga, antara lain, rokok putih, rokok kretek filter, sawi hijau, ayam goreng, bayam, emas perhiasan, kelapa, tomat sayur, ikan mujair, ikan lele, ongkos bidan, bahan bakar rumah tangga, udang basah dan jeruk.
Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain, cabai merah, beras, bawang merah, daging ayam ras, kacang panjang, sotong, ketimun, cabe hijau, cabai rawit, ikan tongkol, cumi-cumi, telur ayam ras, bawang putih, tomat buah, ikan selar kepiting dan ikan bandeng.
"Harga barang kebutuhan masyarakat di Batam selalu mengalami perubahan dalam setiap bulan," ujarnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan indeks harga konsumen, inflasi di Kota Batam disebabkan naiknya indeks harga semua kelompok pengeluaran, yaitu, kelompok bahan makanan sebesar 0,01 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 1,16 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,23 persen, kelompok sandang sebesar 0,58 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,96 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,04 persen, serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,08 persen.
"Kenaikannya tidak terlalu besar sehingga inflasi tidak terlalu tinggi," katanya.
Laju inflasi tahun kalender (Januari - Mei 2011) di Batam sebesar 0,63 persen, lebih rendah dibanding laju inflasi periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 1,97 persen.
Sedangkan laju inflasi year on year (Mei 2011 dibanding dengan Mei 2010) di Batam sebesar 5,99 persen, lebih tinggi dibandingkan laju inflasi periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya sebesar 3,83 persen.
(ANT-NP/S016/Btm3)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
