
Perusahaan Karimun Diminta Libatkan Disnaker Rekrut Karyawan

Karimun (ANTARA News) - Seluruh perusahaan besar di kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas Karimun, Provinsi Kepulauan Riau diminta melibatkan Dinas Tenaga Kerja setempat dalam merekrut karyawan.
''Kami telah menyurati seluruh perusahaan agar melibatkan Disnaker dalam merekrut karyawan,'' kata Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Karimun Rizal Aidi, di Tanjung Balai Karimun, Sabtu.
Menurut Rizal Aidi, dari beberapa perusahaan besar yang menanamkan modalnya di kawasan bebas, baru PT Saipem Karimun Yard yang proaktif melaporkan serta melibatkan Disnaker dalam merekrut karyawan baru.
''Perusahaan lain belum ada, sehingga kami tidak tahu kapan mereka membutuhkan pekerja dan berapa jumlahnya. Harapan kami, penerimaan karyawan dilakukan satu pintu melalui bursa kerja di Disnaker,'' katanya.
Dia mengatakan pelibatan pemerintah dalam perekrutan pekerja bertujuan untuk mengukur daya serap tenaga kerja lokal di FTZ.
''Disnaker juga punya data pencari kerja, kami tentu menginginkan pencari kerja yang terdata itu diprioritaskan, kecuali tidak memenuhi kualifikasi dan keterampilan yang dibutuhkan,'' ucapnya.
Menurut dia, kerja sama penerimaan karyawan PT Timah yang ditutup hari ini merupakan sebuah awal yang baik dalam menjalin kerja sama yang sinergi antara pemerintah dan perusahaan.
''PT Timah mengumumkan lowongan di Kantor Disnaker dan kami juga dilibatkan dalam penyeleksian berkas yang masuk. Mudah-mudahan kerja sama seperti ini bisa diikuti oleh perusahaan besar lain,'' tuturnya.
Mengenai kerja sama dengan PT Saipem, menurut dia tidak hanya dalam perekrutan karyawan, tetapi pelatihan keterampilan bagi lulusan SMA melalui bengkel kerja teknis las di SMK Negeri 1 Karimun.
''Saat ini ada 15 anak tamatan SMA mengikuti pelatihan las tingkat lanjutan. Mereka akan dipekerjakan di Saipem setelah pelatihan selesai. Selain itu, sudah ada 25 anak yang menunggu giliran untuk mendapatkan pelatihan las tingkat dasar,'' paparnya.
Pelibatan Disnaker dalam perekrutan karyawan, menurut dia tidak berlebihan karena sejalan dengan tujuan pemberlakuan FTZ untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi warga lokal.
Selain PT Saipem, di FTZ sudah berdiri beberapa perusahaan galangan kapal, seperti PT Multi Ocean Shipyard, PT Karimun Marine Shipyard, PT Tri Karya Alam dan PT Kinaka Shipyard.
(ANT-RD/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
