Logo Header Antaranews Kepri

Peserta Jampersal di Batam Harus Ikut KB

Rabu, 29 Juni 2011 16:42 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Program Jaminan Persalinan (Jampersal) gratis dari Kementerian Kesehatan diharapkan bisa meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam program keluarga berencana (KB).

Kabid Kesehatan Daerah dan Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Fardiani di Batam, Rabu mengatakan, peserta Jampersal harus menjadi peserta KB setelah masa nivas usai.

Selain itu, kata Fardiani program Jampersal juga bertujuan menurunkan angka kematian ibu saat melahirkan.

Menurut Fardiani, hal tersebut mendukung program Badan kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam meningkatkan peserta KB baru dan kesehatan keluarga.

"Bila semakin jarang seorang wanita hamil, resiko kematian saat melahirkan juga lebih sedikit. Kesehatannya juga akan lebih baik," kata dia.

Fardiani mengatakan, saat ini Dinas Kesehatan Kota Batam berupaya agar kematian ibu saat melahirkan bisa terus ditekan, walaupun jumlahnya lebih sedikit dari rata-rata nasional.

"Di Batam, dari 100 ribu ibu melahirkan 116 diantaranya meninggal. Sedangkan rata-rata nasional 228 dari 100 ribu ibu melahirkan meninggal saat proses melahirkan," ujar dia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Chandra Rizal mengatakan, program Jampersal sudah bisa dilaksanakan mulai bulan Juni dengan anggaran Rp1,7 miliar.

"Mulai bulan ini (Juni) Jampersal sudah bisa dijalankan. Anggaran yang diberikan pemerintah pusat untuk Batam sebesar Rp1,7 miliar," kata dia di Batam.

Menurut Chandra, dana tersebut diberikan bagi wanita hamil yang tidak memiliki jaminan kesehatan apapun.

"Syarat untuk mendapatkan Jampersal hanya surat keterangan dari RT dan RW bahwa wanita yang akan melahirkan berasal dari keluarga kurang mampu," kata Chandra.

Chandra berharap, semua bidan swasta di Batam bersedia menyukseskan program Jampersal walaupun anggaran dari pemerintah hanya Rp420.000 untuk setiap wanita melahirkan normal di bidan praktek.

"Dana memang sedikit dibanding dengan dana persalinan pada umumnya yang hampir mencapai Rp1 juta. Namun ini merupakan wujud pengabdian bagi bidan," kata dia.

Dana tersebut mencakup pemeriksaan kehamilan empat kali kunjungan Rp40.000. Persalinan normal Rp350 ribu dan pelayanan nifas paska melahirkan Rp30.000 tiga kali kunjungan.

(ANT-L/I006/Btm3)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026