
Pemkab Karimun Tinjau Ulang Kebutuhan BBM Subsidi

Karimun (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau akan meninjau ulang kebutuhan bahan bakar minyak bersubsidi menyusul sering langkanya persediaan minyak tanah dan premium.
''Kami sudah membentuk tim yang dipimpin Asisten Ekonomi dan Pembangunan yang bertugas menghitung kembali kebutuhan BBM bersubsidi,'' kata Sekretaris Daerah Karimun, Anwar Hasyim di Tanjung Balai Karimun, Selasa.
Menurut Anwar Hasyim pembentukan tim tersebut dilakukan terkait sering langkanya persediaan BBM bersubsidi jenis minyak tanah dan solar.
''Kalau memang kuota yang diberikan Pertamina tidak lagi mencukupi, maka kami akan mengajukan kuota baru,'' ucapnya.
Dia mengatakan Pertamina tidak akan menyetujui jika usulan penambahan kuota tidak berdasarkan data-data riil menyangkut kebutuhan BBM bagi masyarakat.
''Hemat kami, kuota yang diberikan sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi sekarang. Jumlah kendaraan maupun kapal nelayan bertambah banyak sehingga persediaan sering habis,'' katanya.
Menurut dia tim juga akan mengumpulkan informasi terkait kemungkinan adanya penyimpangan penggunaan BBM bersubsidi sehingga turut memicu kelangkaan.
''Tim akan mencari tahu terkait penyimpangan ini, kalau memang ada tentu akan dilakukan langkah-langkah sesuai ketentuan,'' ucapnya.
Dari data dihimpun, pendistribusian BBM bersubsidi dilakukan oleh sejumlah agen premium, minyak tanah dan solar (AMPS) dengan total kuota minyak tanah sebanyak 1,245 juta liter, premium 1,05 juta liter dan solar 715.000 liter per bulan.
APMS Kundur Mas mendapat jatah minyak tanah sebanyak 356.000 liter, premium 450.000 liter dan solar 150.000 liter per bulan. APMS Edy Virya Darma mendapat minyak tanah sebanyak 58.000 liter, premium 200.000 liter dan solar Rp75.000 liter/bulan. APMS Kuda Laut minyak tanah 253.000 liter, premium 400.000 liter dan solar 60.000-90.000 liter/bulan.
Kemudian, APMS Permata Indra Giri yang hanya mendapat solar dan minyak tanah, kebagian Rp400.000 liter solar dan 92.000 liter minyak tanah/bulan.
Sedangkan Cahaya Ampera, khusus penyalur minyak tanah mendapat jatah 486.000 liter per bulan.
Total jumlah penduduk Karimun berdasarkan sensus Badan Pusat Statistik tahun 2010 mencapai 212.000 jiwa.
(ANT-RD/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
