
Disperindag Karimun Gandeng Sumbar Pasok Sembako

Karimun (ANTARA News) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, akan menggandeng pengusaha dan sejumlah pemerintah kabupaten dan kota di Sumatra Barat untuk memasok kebutuhan sembako selama Puasa dan Lebaran.
"Kerja sama ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok yang meningkat pada bulan Puasa dan Lebaran," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Karimun Sudarmadi, di Tanjung Balai Karimun, Kamis.
Menurut Sudarmadi, beberapa pengusaha dan pemerintah daerah di Sumbar yang akan digandeng di antaranya Payakumbuh, Padangpanjang dan Bukittinggi.
"Jadi, bukan pengusahanya saja yang kita gandeng, tetapi juga pemerintah daerahnya, sehingga kebutuhan sembako yang meningkat dapat tercukupi mengingat Sumbar merupakan daerah penghasil sayur-mayur dan beras," katanya.
Dia mengatakan kerja sama itu diperlukan karena pasokan sembako dari Pulau Jawa sering tersendat akibat terkendala sarana transportasi seperti antrean panjang di pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni.
"Dengan jalur distribusi yang lebih pendek dibandingkan Pulau Jawa, kita berharap tidak terjadi kelangkaan sembako pada bulan Puasa," ujarnya.
Beberapa kebutuhan bahan pokok yang akan dikerjasamakan, menurut dia, adalah beras dan sayur-mayur. "Yang paling mudah naik adalah sayur-mayur, seperti cabai merah atau cabai rawit. Satu hari saja terlambat datang, harga mulai merangkak naik," katanya.
Menurut dia, sebagai imbal balik dari kerja sama itu, pihaknya juga memberikan fasilitas promosi terhadap produk dari Sumbar.
"Kami menyiapkan gedung Dekranasda sebagai sarana promosi produk Sumbar. Lokasi promosi di Karimun kami nilai sangat bagus karena berdekatan dengan negara tetangga," katanya.
Harga sejumlah kebutuhan bahan pokok di pasar tradisional Tanjung Balai Karimun mulai merangkak naik.
Kenaikan terjadi pada cabai merah dari Rp18.000 menjadi Rp20.000 per kilogram, tomat dari Rp.8.000 menjadi Rp10.000/kg, wortel dan buncis juga naik dari Rp8.000 menjadi Rp10.000/kg.
"Kenaikan masih dalam batas wajar sesuai hukum pasar, baru naik beberapa hari. Kita akan pantau jangan sampai melambung tinggi. Mudah-mudahan tidak terjadi kenaikan cukup tinggi setelah kerja sama ini," kata Sudarmadi.
(ANT-RD/E005/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
