
Bupati Karimun Sidak Pasar Jelang Puasa

Karimun (ANTARA News) - Bupati Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Nurdin Basirun, Senin, melakukan inspeksi mendadak ke beberapa pasar tradisional di Pulau Karimun Besar untuk memantau perkembangan harga sembako jelang bulan Puasa.
Nurdin Basirun memulai inspeksinya dengan mengunjungi Pasar Bukit Tembak di Kecamatan Meral, kemudian dilanjutkan ke Pasar Puakang dan Pasar Sri Karimun di Tanjung Balai Karimun.
Selain itu, dia juga meninjau persediaan kebutuhan bahan pokok di beberapa distributor.
Dalam kunjungannya, Nurdin didampingi Asisten Ekonomi Pembangunan Setkab Karimun Arnadi Supaat, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sudarmadi, Kepala Bagian Humas Setkab Yosli berdialog dengan sejumlah pedagang terkait perkembangan harga dan kelancaran pasokan sembako jelang bulan Puasa.
Sejumlah pedagang mengatakan beberapa kebutuhan bahan pokok dan sayur-mayur yang naik dan ada pula yang turun.
"Beberapa kebutuhan bahan pokok naik sejak dua pekan lalu," kata pedagang Pasar Puakang, Yati.
Dia mencontohkan, telur ayam naik Rp500 per butir, dengan harga eceran Rp1.200 per butir dan Rp32.000 per papan isi 30 butir, minyak goreng curah naik Rp500/kilogram menjadi Rp9.500-Rp10.000/kg.
Harga bawang merah juga naik dari Rp14.000 menjadi Rp20.000 dan tomat Rp7.000 menjadi Rp10.000/kilogram. Wortel dan buncis naik dari Rp8.000 menjadi Rp10.000kg.
"Kenaikan terjadi karena persediaan terbatas dan harga jual dari distributor juga naik," ucapnya.
Sementara, harga cabai merah turun dari Rp20.000 menjadi Rp14.000/kg, bawang putih dari Rp24.000 menjadi Rp18.000/kg.
"Sayur mayur basah, seperti kangkung, bayam, relatif stabil. Bahkan harga sawi hijau turun tajam dari Rp15.000 menjadi Rp3.000/kg," tandasnya.
Sedangkan harga gula pasir juga stabil pada kisaran Rp10.500-Rp11.000/kg. Beras kualitas rendah, sedang dan bagus juga stabil, dengan kisaran harga Rp6.500-Rp7.500/kg untuk kualitas rendah, Rp8.000-Rp8.500 kualitas sedang dan Rp9.000-Rp10.500 untuk kualitas bagus.
Bupati, pada kesempatan itu meminta pedagang untuk tidak menaikkan harga secara tidak wajar.
"Kami akan pantau harga agar tidak naik di luar batas kewajaran. Kalau bisa jangan naik sama sekali," ucapnya.
Kepala Disperindag Sudarmadi mengatakan, kenaikan beberapa jenis sembako dan sayur-mayur masih sesuai mekanisme pasar.
"Harga memang berfluktuasi karena faktor cuaca dan tersendatnya jalur distribusi. Namun, masih wajar," ucapnya.
Menurut dia, kebutuhan bahan pokok di Karimun sebagian besar didatangkan dari Pulau Jawa dan Sumatera dengan mengandalkan sarana transportasi laut. Jika pendistribusian tersendat, maka akan berdampak pada harga pasar.
Dia mencontohkan minyak goreng curah asal Medan, Sumatra Utara yang naik karena persediaan di sana juga terbatas.
Namun beberapa sayur-mayur, ujar dia pula, justru turun karena tidak lagi didistribusikan dengan kapal roro melalui Pelabuhan Parit Rampak, Meral, tetapi menggunakan kapal laut yang langsung berlayar menuju daerah penghasil.
"Kita akan terus memantau agar fluktuasi harga tidak melewati batas yang wajar. Harga pasar juga kita publikasikan melalui media untuk mencegah distributor atau pedagang yang nakal," ucapnya.
(ANT-028/R010/Btm2)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
