Logo Header Antaranews Kepri

Kapal Timah Tabrak Jaring Nelayan di Kundur

Kamis, 21 Juli 2011 20:46 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA News) - Sebuah kapal diduga kapal bor timah menabrak jaring nelayan Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis.

Tokoh masyarakat Kundur Raja Zuriantiaz di Tanjung Balai Karimun, Kamis mengatakan, kapal tersebut bernama kapal Prinis, sejenis kapal bor yang biasa digunakan untuk menyurvei kandungan timah.

"Kapal tersebut menabrak jaring nelayan bernama Lamat," katanya.

Menurut Raja Zuriantiaz, jaring nelayan Lamat terputus dan sebagian hilang akibat ditabrak kapal tersebut.

"Jaring ikan yang ditabrak dipasang memanjang sebanyak 20 keping, kerugian jutaan rupiah dengan perkiraan satu jaring harganya sekitar Rp400.000," tuturnya.

Kemungkinan, kata dia, kapal tersebut tidak menyadari sehingga langsung berlalu meninggalkan lokasi kejadian setelah jaring nelayan tertabrak.

"Nelayan tersebut sudah melaporkannya ke Ketua RT," ucapnya.

Mantan anggota DPRD Karimun itu mengaku telah mengonfirmasikan kepemilikan kapal tersebut ke PT Timah Tbk Unit Kundur.

"Kami sudah menghubungi Humas PT Timah Kundur menanyakan status dan kepemilikan kapal tersebut. Namun Humasnya mengatakan tidak ada kapal timah bernama Prinis," ujarnya.

Namun demikian, lanjut Zuriantiaz ada dugaan kapal tersebut merupakan milik Pemerintah Kabupaten Meranti, Riau.

"Informasi dari nelayan Sawang, di atas kapal Prinis itu ada warga Meranti. Mereka melakukan aktivitas eksplorasi timah di sekitar perairan Pulau Burung yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Tanjung Balai Karimun," katanya.

Menurut dia, pemerintah daerah harus mencari tahu keberadaan kapal tersebut karena telah memasuki perairan Karimun.

"Pemerintah daerah jangan sampai kecolongan. Yang jelas, perairan tempat kapal tersebut beraktivitas merupakan wilayah kuasa penambangan milik PT Timah Tbk Unit Kundur," tuturnya.

Humas PT Timah Unit Kundur Ahmadi Hamid mengatakan tidak ada kapal PT Timah Kundur bernama Prinis.

"Tidak ada kapal bernama Prinis. Kami tidak tahu kapal itu milik siapa," katanya melalui telepon seluler.

Menurut Ahmadi, pihaknya belum dapat memastikan siapa pemilik kapal tersebut dan apakah melakukan kegiatan di wilayah kuasa penambangan PT Timah Unit Kundur.

"Kami belum cek ke lapangan," katanya.

(ANT-RD/M027/Btm3)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026