Logo Header Antaranews Kepri

Disperindag Kepri Jamin Ketersediaan Sembako Hingga Lebaran

Selasa, 16 Agustus 2011 15:47 WIB
Image Print
Ilustrasi: Sayuran di pasar. (kepri.antaranews.com/josengbie)

Tanjungpinang (ANTARA News) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau menjamin kecukupan persediaan sembako di pasar pada saat bulan Ramadan hingga setelah Lebaran 1432 H.

Warga masyarakat tidak perlu khawatir karena persediaan sembako memadai bukan hanya pada bulan Puasa, melainkan juga hingga setelah Idul Fitri, kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Riau (Disperindag Kepri), Syed Muhammad Taufik, Selasa.

Syed mengatakan, Pemerintah Kepri bekerja sama dengan Bulog setempat agar persediaan beberapa bahan kebutuhan pokok masyarakat terjamin, terutama pada saat Idul Fitri.

Bulog memiliki stok beras yang mencukupi hingga setelah Idul Fitri, bahkan sewaktu-waktu beras dapat didistribusikan ke Kepri jika mengalami kekurangan.

"Kebutuhan pokok yang agak sulit terkontrol adalah telur. Tetapi, saat ini, persediaan telur masih cukup, namun kami terus mengupayakan agar distribusinya lancar sehingga tetap aman ketika permintaan meningkat jelang Lebaran," ujarnya.

Ia mengemukakan, harga sembako yang dijual pedagang naik sejak beberapa hari yang lalu. Namun kenaikan harga sembako tidak tinggi, karena itu dinilai masih wajar.

"Persentase kenaikan harga telur lebih tinggi dibanding bahan pokok lainnya. Telur dengan kualitas paling baik dijual dengan harga Rp1.200/butir, kualitas sedang Rp1.100/butir dan kualitas rencah Rp1.000/butir," ungkapnya.

Syed memastikan kenaikan harga sembako yang terjadi sejak beberapa hari lalu bukan disebabkan persediaannya menipis, melainkan karena kebutuhan meningkat selama bulan Puasa.

Harga sembako kemungkinan akan terus mengalami kenaikan hingga pada saat Lebaran jika tidak dikontrol oleh pemerintah.

"Kenaikan harga sembako masih dalam batas kewajaran. Pedagang mencari keuntungan lebih pada saat permintaan meningkat,' ujarnya.

Ia mengungkapkan, operasi pasar atau pasar murah sembako tetap dilakukan Disperindag di kabupaten/kota, meski harga sembako masih dapat dikendalikan. Operasi pasar maupun pasar murah dapat mengintervensi harga sembako yang dijual di pasar.

Pedagang yang menjual sembako dengan harga yang mahal akan mengalami kerugian karena konsumen atau pelanggannya dipastikan lebih membeli sembako yang dijual di pasar murah. Karena itu, pedagang diimbau untuk tidak terlalu menaikan harga sembako meski permintaan meningkat

"Operasi pasar maupun pasar murah sembako digelar untuk membantu masyarakat dalam bulan Ramadhan puasa dan perayaan Idul Fitri," katanya.

(ANT-NP/A013/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026