Logo Header Antaranews Kepri

Lebaran - Penumpang KM Kelud di Karimun Membludak

Rabu, 24 Agustus 2011 16:55 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA News) - Penumpang KM Kelud milik PT Pelni yang berangkat dari pelabuhan domestik Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menuju Tanjungpriok Jakarta, Rabu membludak.

Pemimpin PT Pelni Cabang Tanjung Balai Karimun Masrul ketika dihubungi dari Tanjung Balai Karimun, Rabu mengatakan jumlah penumpang KM Kelud meningkat hampir 300 persen dibandingkan keberangkatan pekan lalu.

''Pekan lalu, penumpang yang berangkat hanya sekitar 250 orang, sekarang membludak mencapai 1.236 orang,'' katanya.

Sedangkan penumpang yang turun, kata Masrul, sekitar 134 orang, penumpang lanjutan asal Pelabuhan Belawan Sumatra Utara 1.204 orang.

''Seluruh penumpang dapat terangkut dan masih belum melampaui kapasitas kapal yang mampu menampung 2.652 penumpang,'' katanya.

Menurut dia, peningkatan penumpang dikarenakan keberangkatan KM Kelud hari ini merupakan keberangkatan terakhir menjelang Lebaran.

''Setelah hari ini, kapal jurusan Tanjungpriok sudah tidak ada, kecuali jurusan Pelabuhan Belawan Medan. Jadi wajar terjadi peningkatan karena pemudik mengharapkan bisa berlebaran di kampung halamannya,'' tuturnya.

Dia mengungkapkan lonjakan penumpang pada hari ini meningkat sekitar 10 persen dibandingkan arus mudik Lebaran 2010.

''Sedikit meningkat dibandingkan tahun lalu, kira-kira 10 persen,'' ucapnya.

Kepala Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Laut Administrator Pelabuhan (Adpel) Tanjung Balai Karimun, Rudolf mengatakan, para penumpang KM Kelud yang memadati pelabuhan dapat naik ke kapal dengan tertib dan lancar.

''Petugas posko arus mudik memang sedikit repot. Namun, seluruh penumpang naik ke kapal dengan selamat,'' ucapnya.

Para penumpang KM Kelud antre lebih dari dua jam menunggu giliran naik ke kapal motor yang mengantarkan mereka ke atas kapal yang lego jangkar di perairan depan pelabuhan.

Seorang penumpang Maryani mengaku sudah tiba di pelabuhan pukul 07.00 WIB agar tidak ketinggalan kapal.

''Kata agen penjualan tiket, kapal berangkat sekitar pukul 08.00 WIB. Namun karena penumpang membludak, saya antre hampir tiga jam,'' katanya.

Setiap penumpang diwajibkan menggunakan jaket pelampung saat menaiki kapal motor yang memiliki kapasitas sekitar 100 orang lebih.

Kapal motor bolak-balik sekitar sepuluh kali untuk menjemput penumpang di dermaga.

Kapal Pelni tidak bisa sandar ke dermaga karena dikhawatirkan kandas di perairan dangkal, tetapi lego jangkar di tengah laut. Seluruh penumpang terlebih dulu diangkut dengan kapal kecil.

(ANT-RD/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026