
Ayam Segar Langka di Batam

Batam (ANTARA News) - Ayam segar langka di pasar tradisional Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada hari ke-2 Idul Fitri 1432 Hijriah.
"Ayam segar tidak ada, sejak kemarin sudah susah didapat, kecuali ayam beku," kata seorang pedagang di Pasar Botania, Rizal, Kamis.
Akibat tidak ada ayam segar, Rizal dan beberapa pedagang yang tetap membuka kios mereka hanya menjual ayam beku dengan harga Rp22.000 per kilogram.
Hal serupa juga disampaikan Yuda, pedagang di Pasar Mitra Raya, ia mengatakan dua hari terakhir tidak mendapatkan pasokan ayam segar.
"Persediaan ayam pada peternak di Barelang sudah habis, yang ada hanya ayam-ayam beku saja," kata Yuda.
Salah seorang pedagang di Pasar Mega Legenda yang masih menjual ayam segar, Sahid mengatakan, pasokan ayam dari pedagang besar memang menipis dua hari terakhir.
"Saya hanya dapat beberapa ayam. Pemasok membatasi pembelian karena persediaan pada peternak juga tidak banyak," kata dia.
Walaupun ayam segar langka, Sahid mengaku harganya tidak mengalami kenaikan signifikan dari saat Ramadhan.
"Saya menjual dengan harga Rp28.000 per kilogram. Sama seperti saat masih puasa kemarin," tambah dia.
Selain ayam, sayur-mayur juga masih susah didapatkan di pasar. Hanya beberapa sayur jenis bayam dan kangkung, kol yang mudah didapat.
"Pasokan dari Tanjungpinang belum masuk karena petani masih berlebaran. Jadi hanya bayam dan kangkung dari petani Batam saja yang ada," kata pedagang di Pasar Avava, Muhajir.
Muhajir mengatakan, biasanya pasokan sayur baru akan normal tiga hari setelah Lebaran.
"Kemungkinan Sabtu sayur dari Tanjungpunang baru akan masuk Batam," kata dia.
Hingga Kamis, nampak sebagian kios Pasar Avava dan pasar lain di Batam masih tutup. Para pemilik kos rata-rata masih melaksanakan lebaran di kampung masing-masing.
"Sebagian pulang kampung, biasanya lima hari setelah Lebaran baru mereka membuka kios lagi," kata Muhajir.
(ANT-L/M019/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
