
Pasokan Ayam ke Batam Kembali Normal

Batam (ANTARA News) - Pasokan ayam segar dari peternak di sekitar Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau kembali lancar setelah lebih dari sepekan tersendat karena para peternak masih liburan Idul Fitri 1432 Hijriah.
"Tiga hari terakhir pasokan ayam kembali lancar, para peternak telah kembali panen," kata pedagang di Pasar Botania Batam, Rahadi, Senin.
Rahadi mengatakan, sekitar satu minggu sejak sehari setelah hari raya Idul Fitri, pasokan ayam segar ke pedagang berkurang dan pedagang hanya menjual ayam beku.
"Rata-rata peternak memanen ayam mereka hingga sehari sebelum Lebaran, bahkan ayam yang kurang umurpun juga dipanen. Jadi setelah lebaran tidak ada stok lagi," tambah dia.
Pedagang di Pasar Nasa Centre Batam Centre juga mengatakan tiga hari terakhir pasokan ayam segar kembali lancar.
"Pasokan kembali lancar, harganya juga mulai turun," kata Rizal.
Pada saat Lebaran, kata Rizal ayam segar dijual dengan harga Rp30.000/kg, sedangkan tiga hari terakhir pedagang menjual seharga Rp26.000/kg.
"Harga dari pedagang besar juga turun. Kami hanya menyesuaikan saja," tambah dia.
Selain ayam segar, kata Rizal, harga ayam beku juga turun.
"Harga ayam beku Rp20.000/kg, sebelumnya Rp24.000/kg," tambah Rizal.
Selain ayam segar, pedagang mengatakan pasukan sayur dari Tanjungpinang dan wilayah Sumatra dan Jawa juga telah kembali normal.
Sebelumnya, Kepala Bidang Peternakan dinas Kelautan Perikanan Peternakan dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam, Sri Yunelli mengatakan selama ini pasokan ayam segar ke Batam dipenuhi oleh peternak di kawasan Pulau Rempang dan Galang Kota Batam.
"Untuk ayam segar Batam memang mengandalkan peternak di sana (Rempang, Galang)," kata dia.
Bila peternak di daerah tersebut tidak mengalami gagal panen, maka pasokan ayam ke Batam juga tidak akan terkendala dan harganya juga akan stabil.
"Kalau mereka gagal panen, biasanya pasokan ayam ditopang dari Sumatra Utara dalam bentuk ayam beku," kata Yunelli.
(ANT-L/B008/Btm3)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
