
Calhaj Karimun Turun

Karimun (ANTARA News) - Calon haji asal Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, untuk tahun ini berjumlah 141 orang atau turun dibandingkan tahun 2010 sebanyak 148 orang.
"Mereka sudah siap berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji, karena kesehatan seluruh calhaj dalam keadaan baik," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Karimun, Erman Zaruddin, di Tanjung Balai Karimun, Selasa.
Ia mengatakan, kesehatan para calon haji (calhaj) telah diperiksa petugas Dinas Kesehatan dan RSUD beberapa waktu lalu, lalu semuanya dinyatakan lulus dalam pemeriksaan kesehatan, termasuk penyuntikan vaksin meningitis.
Namun demikian, dia mengimbau seluruh calhaj untuk tetap menjaga kesehatan dan stamina sehingga benar-benar siap menunaikan ibadah yang termasuk rukun Islam yang kelima itu.
"Petugas akan terus memantau kondisi fisik dan stamina para calhaj. Kami berharap setiap calhaj menjaga kesehatan dengan memperhatikan kebersihan makanan dan minuman," ucapnya.
Sebelum berangkat ke Batam pada 4 Oktober, seluruh calhaj mengikuti pemantapan manasik haji tahap terakhir yang dipusatkan di Masjid Agung Tanjung Balai Karimun pada 22 September.
"Manasik haji tahap terakhir bertujuan agar setiap calhaj benar-benar menguasai seluruh syarat, rukun, wajib dan sunat haji," katanya.
Dia mengatakan menjelang berangkat ke Batam, seluruh calhaj yang berasal dari pulau-pulau diharapkan sudah tiba di Tanjung Balai Karimun pada 3 Oktober.
"Para calhaj akan diinapkan di Hotel Holiday sebelum berangkat ke Batam. Selama menginap, ada beberapa kegiatan yang akan mereka ikuti, di antaranya acara pelepasan dan doa di kediaman Bupati Karimun," tuturnya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, pelepasan calhaj akan diwarnai dengan pembacaan doa dan tepuk tepung tawar yang merupakan tradisi Melayu sebagai simbol doa selamat kepada para calhaj dan kembali dengan gelar haji mabrur.
(ANT-RD/E011/Btm3)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
