Logo Header Antaranews Kepri

Ponton Pelabuhan Sekupang Batam Makin Mengkhawatirkan

Sabtu, 17 September 2011 18:21 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Kebocoroan ponton dermaga kedatangan Pelabuhan Domestik Sekupang kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, yang terjadi sejak Kamis (15/9) semakin menghawatirkan karena kondisinya miring sekitar 20 derajat.

"Kebocoran mulai nampak sejak Kamis (15/9) dan menghambat kapal yang hendak bersandar, sehingga kami memutuskan ponton tersebut tidak digunakan lagi," kata Syahbandar Pelabuhan Domestik Sekupang Erwin Safrizal di Batam, Sabtu.

Erwin mengatakan, kapal yang hendak bersandar dialihkan pada dermaga keberangkatan yang kondisinya tidak jauh berbeda.

"Sebenarnya kondisinya tidak jauh berbeda karena sama-sama sudah tua. Namun untuk sementara terpaksa kami pindahkan ke dermaga tersebut, karena tidak ada pilihan lain. Kami berharap hingga ada ponton baru tidak terjadi kebocoran," katanya.

Erwin menilai dua ponton di pelabuhan tersebut memang sudah tidak layak lagi digunakan karena sudah beberapa kali mengalami kebocoran.

"Kondisinya memamang sudah tua dan tidak layak lagi digunakan. Beruntung saat arus mudik kemarin tidak terjadi kecelakaan," ujarnya.

Saat ini, kata Erwin, tengah dilakukan penambalan agar ponton tersebut bisa digunakan lagi sebelum diganti dengan yang baru.

"Kami berharap ponton segera diganti, karena kalau hanya dilakukan penambalan tidak akan bisa bertahan lama dan tetap membahayakan," kata Erwin.

Kepala Seksi Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam Dendi Gustinandar mengatakan sudah menerima laporan kebocoran ponton tersebut dari Syahbandar Pelabuhan Domestik Sekupang.

"Kami telah menerima laporan dari syahbandar. Kami juga telah berkoordinasi dengan PT Pagar Alam selaku pemenang tender untuk segera menyelesaikan pembuatan ponton baru," kata dia.

Berdasarkan kontrak, kata Erwin, PT Pagar Alam sebenarnya harus menyelesaikan pembuatan ponton selama tiga bulan terhitung September.

"Namun karena kondisi ponton sudah membahayakan kami harap akhir Oktober nanti ponton baru bisa dipasang sehingga tidak sampai menimbulkan korban jiwa seperti yang terjadi pada ponton Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang," kata Dendi.

Dendi juga mengatakan, untuk penggantian dua ponton pada pelabuhan tersebut, BP Batam menganggarkan dana Rp3 miliar.

(ANT-L/E005/Btm3)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026