Logo Header Antaranews Kepri

Premier Pasok Gas PLN Batam 2012

Senin, 26 September 2011 12:47 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Perusahaan minyak dan gas bumi Premier Oil akan memasok gas ke PT Pelayanan Listrik Nasional Batam mulai September 2012.

"Pasokan Premier dari West Natuna itu akan dimulai September 2012," kata Sekretaris Perusahaan b'right PLN Batam Lutfi Nazi, Senin.

Ia mengatakan, aliran pasokan dari ladang gas Natuna Barat itu tertunda sekitar setahun dari waktu yang direncanakan karena masalah teknis.

Menurut dia, masalah teknis pemotongan pipa aliran ke Singapura sempat menjadi kendala.

Gas dari Natuna Barat dialirkan ke Singapura melalui pipa. Menurut kesepakatan, di antara pipa itu akan dibuat pipa T untuk mendistribusikan sebagian bahan bakar ke Batam. Namun sempat terjadi perdebatan lokasi penentuan pembuatan pipa T.

"Awalnya mereka maunya pipa T di tengah laut, tapi kami menolak, mana bisa ambil di tengah laut," kata Lutfi.

Setelah berunding, maka pihak Premier Oil, perusahaan pengelola pipa dan Singapura sepakat untuk menyerahkan gas menggunakan pipa T di Pulau Pemping.

Menurut Lutfi, penempatan pipa T di Pulau Pemping sangat tepat, karena berdekatan dengan Pulau Batam dan lokasi akan dibangunnya pembangkit listrik.

Sementara itu, Direktur Keuangan b'right PLN Batam Ardian Cholid mengatakan PLN Batam sudah mendapat kontrak penyaluran gas dengan Premier Oil.

"Jenis kontraknya firm," kata dia.

Dengan tambahan pasokan gas dari Natuna Barat, maka diharapkan produksi listrik b'right PLN Batam dapat bertambah hingga dapat dikirim ke Pulau Bintan.

Sebelumnya, Project Manager Premier Oil Indonesia Robert Irvine mengatakan penyaluran 50 MMSCFPD gas Premier Oil ke PT PLN Batam terkendala pipa, sehingga tidak bisa dilakukan tepat waktu.

Sumur Gas Gajah Baru Blok A Natuna yang dikelola Premier Oil berproduksi 143 MMSCFPD, sebanyak 93 MMSCFPD di antaranya disalurkan ke Singapura mulai 1 September 2011.

Menurut Irvine, seharusnya penyaluran gas ke Singapura dan ke Batam bisa berbarengan, namun karena instalasi pipa ke Batam belum siap, maka kemungkinan penyaluran untuk pembangkit listrik ke Batam akan tertunda.

"Kalau ke Batam, tergantung 'user' (pengguna), kalau sudah siap, disalurkan," kata dia.

Karena gas tidak dapat disimpan, maka kemungkinan seluruh gas disalurkan ke Singapura, menunggu kesiapan Batam. (ANT-YJN/F002/Btm2)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026